Dan Kamu Selalu Bilang Tidak Tahu

Aku selalu menghirup baunya. Sepandai apapun kamu menyembunyikan. Aku selalu bertanya padamu, dan kamu bilang tidak tahu. 

Aku bertanya lagi, kamu bilang kamu habis berkumpul dengan teman-temanmu hingga baunya sampai ke kamu. 

Aku diam. 

Esoknya lagi kamu pulang, malam.  Langsung ke kamar mandi, entah melakukan apa.

Esoknya lagi kamu tertidur pulas,  aku membereskan tasmu. Ku temukan sebungkus rokok masih lumayan penuh beserta dua korek api. Emosiku meledak. Aku bertanya padamu dengan kasar. Aku tak suka pembohong. Lebih dari tak suka barangnya sendiri. Hal kecil saja berbohong,  apalagi hal besar.

Beberapa waktu kemudian kamu pulang malam lagi. Aku masih sering memeriksa keberadaanmu yang sesungguhnya. Aku telepon ke kantormu tapi kata rekanmu, kamu sudah pulang dari sore. Kamu pulang karena kangen bertemu bayi dan istrimu. Padahal setiap malam, aku menunggu kamu sampai aku terlambat makan malam. Aku menduga-duga setiap deru motor yang mendekat itu adalah kedatanganmu.

Aku desak kamu dan kamu tetap bilang tidak tahu, kenapa rekanmu bisa bilang begitu. 

Aku desak lagi, kamu bilang ternyata main game. Ternyata kamu butuh hiburan. Ternyata duit hasil game yang kamu pakai untuk tambahan nafkah. Dan berbalik memarahiku seolah aku hanya ingin mempergunakan uangnya saja tanpa tahu “kerasnya” kamu berusaha. 

Memang terus begitu. 

Berbohong lagi, maaf lagi, baikan lagi. Aku benci jika harus menyelipkan tangis diantaranya. 

Tahukah kamu. 

Aku ingin menghormatimu sebagai kepala keluarga. Namun rasa keraguanku mengalahkannya. 

Aku hanya ingin bertemu bertatap mata, memdengar cerita lucu yang dulu sering kau lakukan ketika aku dibelakangmu diatas motor yang tak pernah kau cuci. Aku hanya ingin kamu tahu aku butuh kamu dirumah. Sebagai pengisi jiwa aku dan anakmu. Tapi yang kau butuh ternyata hanya hiburan,dan itu bukanlah kami. 

Apa aku salah mengukur. Menikah memang bukan hanya tentang cinta. Komitmenlah yang menyatukan lagi setelah hati ini hancur berantakan. Komitmenlah yang menyabarkan.

Sedang cinta, cinta takkan memperlemah komitmen. Cinta tak mungkin rela melihat pasangannya tersakiti. Cinta pasti memberi isyarat bahwa dirinya memang patut dipercaya. Cinta akan membiarkanmu tenang meniti waktu meski tak sedang satu ruang tanpa harus bermain detektif setiap saat. 

Tapi cinta.. Juga pergi entah kemana sejak keinginannya terpenuhi. 

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: