Cuma temen,kok! | Part 1

Jangan pernah percaya kalo kamu tengah curiga sama pasanganmu, terus dia bilang,”dia itu cuma temen kok.”

Lah, memangnya dulu kita apa? Ibu dan anak?

Dulu juga kita teman satu perusahaan, ketemu pas briefing awal banget. Disaat peserta lain pada berguguran mendengar kenyataan pahit dari vice director, 3 orang tersisa. Salah duanya kita. Kamu satu-satunya laki-laki yang bertahan di meja bundar. Setelah itu, lanjut pemaparan mekanisme kerja. Aku ingat sekali ketika VDnya bilang, “jadi kita rapat pagi dulu terus ke lapangan. Tapi jangan pulang, ga dapet2 iklan nanti. Atau nanti yoga malah pacaran lagi sama desi.”

Haha ha. Terpaksa ketawa formalitas.

Singkat cerita, kita sering ngampas bego bareng jadi marketing. Karena aku phobia kendaraan, aku nebeng kamu (aneh juga ga bisa kendaraan jadi marketing). Plonga/o mencari produk yang bisa digarap disekeliling kota. Tak jarang kamu bermaskerkan debu asap dari jalan lintas sumatera, dan aku? Berbehel kerikil yang terlempar dari truk-truk besar pembawa pasir.

“Debu,des. Kok gak ditutup sih helmnya?” Ujarmu sambil mengendarai motor.

“Ish, gapapa loh, namanya petualang.” Bantahku. 

Singkat cerita lagi, kamu itu rupanya orangnya pi’il parah dulu. Aku sih lebih suka jika biaya makan kita aku yang tanggung, hitung2 karena sudah ditebengin. Tapi kamu engga mau. Semuanya pengen dibayarin. Gegayaan! “Gausah.. Kalau nanti lo ketemu temen (yang perlu dibantu) lo bantu aja kyk gue sekarang bantu elo.” Lalu aku camkan itu baik2.

Karena sudah separuh yakin pria ini murni hanya ingin berteman, aku bercanda sambil menunggu di tempat klien, “Kak, jangan-jangan lo ini suka sama gue ya? Padahal gue ngerasa biasa aja loh.”

Besoknya dia daftar Bank swasta.

Tapi namanya jodoh ya, dia gak keterima dan kembali lolalolo berdua demi memenuhi omset. Iya, tinggal kita berdua sekarang yang bertahan dimasa percobaan.

Hingga disuatu masa, kamu bilang juga. Sambil duduk di atas motor matic yang gak dicuci2 itu kamu bilang.

“Aku sebenarnya suka sama kamu.”

Anehnya aku gak merasa kaget uwow banget atau apa gituh, engga. Aku cuma jawab..

“Entah kenapa aku juga seneng bareng2 kamu terus, tapi aku gamau pacaran. Udah lelah.”

———————————-

Bersambung kidah.
BONUS:

Foto berdua pertama kali. Diajak refreshing sama rekan2 kantor.

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: