Entah Apa

Rasanya hangat sekali.
Rindu yang terbungkus rapi dengan segala pengertian.
Rindu yang tak terusik oleh kekhawatiran pengkhianatan.
Rindu yang tak terbatas dalam naungan janji suci.

Sepertinya kosong sekali disini.
Dengan esok yang masih tak menjanjikan dekapanmu. Dengan bantal kotor tak bertuan.
Daun di pohon serasa berhembus lambat sekali.

Ada banyak hal yang ingin kusampaikan.
Tetapi sebagian besar lenyap, ketika ku tenggelam dalam nyaman. Lalu aku memilih untuk mendengar ceritamu. Tapi sekarang, aku sedang tak dapat melakukan ketiganya;

Aku tak punya hal yang ingin kuceritakan.
Aku tak bisa mendengar ceritamu.
Dan aku tak tenggelam dalam kenyamanan.

Aku hanya merasa hangat yang lebih mirip seperti nyeri di dada. Menjalar ke mata menjadi fatamorgana sesaat. Menyebar ke telinga dan membuatku mengharapkan deru motor yang biasa datang kemalaman, membawakan sebungkus makanan untuk berdua.
Tapi kau sedang tidak disini.

Tidak ada yang membuatku mengeluarkan taring emosi.
Tidak bisa merasa jadi superior.

Aku rindu. Aku kangen. Aku alay.
Ya, gara-gara kamu.

Sial :’)

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: