Titik

Aku rindu dipelukmu, kembali ke masa ketiadaanku.
Aku menyerah dengan misiku, aku salah dgn apa yang aku lihat.
Gunakanlah sebagian kecil pahalaku untuk membayar hotel di surgamu.
Masih adakah ruang kosong?

Aku akan memesan double bed. Dengan hati murni yg belum tercela.

Aku bukan wanita kuat. Semakin banyak menangis, jiwaku semakin lemah.
Aku kembalikan padaMu.
Sebelum karya coretan di hidupku semakin merusak..

Tolong carikan cara untukku agar itu berlangsung cepat dan tak sakit. Dan yang tak membuat orangtuaku sedih.

Seperti gelisah yg tiba2 ku alami..
Bukankah itu tandanya aku mendekat?

Aku menutupnya dengan salah, bukan salam. Yang dulu masih sering kulakukan.

Kemana lagi aku memohon dan meminta?

Aku merindukanmu.

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: