Harus :)

Kurang lebih 22 tahun yang lalu ketika aku masih dilapisi air ketuban ibu, secercah zat yang begitu terang meniupkan nama seseorang ke telingaku yang hampir jadi.  Aku tidak ingat pasti siapa nama itu. Mungkin saja ia adalah jodohku. Aku dulu tidak berpikir, sedang apa ia sekarang, tapi yang jelas ia juga tidak terpikirkan tentangku. Dia sedang gembira, berlari-larian kesana kemari dengan sepatu yang baru dibelikan ayahnya. Mana mungkin dia terpikirkan tentangku.

Belasan tahun kemudian, ketika aku pertama kali menginjakan kaki ke sekolah negri di salah satu SMP di Bandar Lampung. Ketika teman depanku mulai mengubah rambut yang keriting menjadi lurus, yang rambut pendek tiba-tiba jadi panjang dalam sehari, yang tadinya hitam jadi pirang kecoklatan. Aku masih bingung apa itu berdandan. Untuk siapa aku mempercantik diri. Ketika aku mendengar selentingan teman sekelas yang cantik di’tembak’ kakak kelas, itu rasanya bergengsi sekali baginya. Tapi aku lebih bersenang-senang dengan teman-teman. Bagaimana dengan jodohku saat itu? Mungkin dia sedang ‘hunting’ adik tingkat.

Ketika aku menginjak masa remaja, aku mulai berani untuk berteman dengan laki-laki. Bahkan untuk mencoba apa itu pacaran. Ternyata membosankan. Hanya pekerjaan meluangkan waktu untuk membalas sejumlah pesan dari pacar supaya tidak merasa sepi-sepi amat. Tapi aku tahu bagaimana rasanya cinta. Dan cinta belum tentu orang yang kita pacari, dan orang yang dipacari belum tentu kita cinta.

Aku mulai mencintai seseorang diam-diam. Setidaknya  orang tersebut tidak mengetahuinya, hanya ke sahabat-sahabat terdekat. Bukankan sudah rahasia umum jika seorang gadis tidak akan tahan menyimpan rahasia terlalu lama dari sahabatnya. 🙂

Lantas, masa peralihanku ke dewasa adalah hal yang sangat membuka mataku. Aku mulai memetik hikmah dari kesalahan orang lain dan kesalahanku sendiri. Sedikit demi sedikit aku tahu bagaimana menghadapi pria. 

Salah satunya, kita harus tegas. Tegas dalam memilih. Bukan tegas dalam mengubah. Jika kita tidak ingin pria peminum, maka jangan ijinkan perasaan untuk jatuh pada pria yang memiliki tanda kebiasaan seperti itu. Mengharapkan dan mencereweti pria untuk berubah itu selain hanya akan membuatnya jenuh, juga akan membuat kita mudah terkena serangan stroke. Astaganaga… 😀

Tegas dalam membentuk pribadi yang dicari good guy. Nah, hal ini yang sulit sampai sekarang untuk dilakukan. Aku pribadi tidak bisa berpura-pura rajin terus menerus, itu akan melelahkan. Memang benar kepribadian itu tidak bisa dibentuk tiba-tiba.

Aku tidak tahu siapa jodohku. tapi aku tahu aku harus menjadikan dia yang pertama yang sepenuhnya aku percaya dan aku cinta. Tapi apakah jodohku mengerti itu? Apakah dia juga memikirkan betapa aku merindukan kemurnian ditengah-tengah rusaknya moral ini?

Ya, aku percaya itu. Aku percaya pada saat aku memikirkanmu, kamu sedang melakukan hal baik yang bisa kamu lakukan.

Entah melindungi adikmu dari orang jahat,

Memeluk ibumu supaya tidak menangis,

atau membantu temanmu yang kesusahan finansial.

Entahlah………… 

Aku tidak pernah tahu masa lalu seseorang. Tapi…..

Aku yakin kamu pasti orang baik.

Dan sekarang aku memilih, orang yang aku anggap baik dan paling sempurna sebagai pendamping. Semoga memang kamulah nama yang dibisikan itu. Semoga. 

Harus.

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: