Kalian ini siapa sih?

Kalian ini siapa sih?

Kalau imam salah mbok ya diingatkan dan dibenarkan. Bukan dihujat, dikata-katai apalagi dijadikan lelucon yang tidak pantas. Jika rakyatnya saja tidak hormat kepada pemimpinnya, bagaimana bangsa lain tidak merendahkan bangsa kita. Fyuhh ūüė¶

Iya, pilpres tahun ini, 2014, benar-benar seru. Rasanya semua kalangan bisa ikut cuap-cuap. Bukan hanya pejabat tetapi juga penjahat. Dari ulama sampai pendulang dosa. Lebih-lebih dari supporter club bola FIFA WORLD CUP galaknya. Terkesan peduli negara, nasionalis padahal justru memecah belah bangsa.

Yang ingin saya tanya adalah, memangnya kalian ini siapa………..??

Rakyat.

Ya, suara rakyat suara tuhan.

Kita berhak menjadi penentu masa depan bangsa kita. Benar.

Tapi apa kita benar-benar paham ceritanya? Yakln mereka itu “licin” dan pasti bersalah? Atau kita hanya korban sudut pandang media, golongan atau doktrin para pemain diatas-atas? Kalaupun mereka salah, coba berkaca, apa kita juga sudah menjadi rakyat yang baik dan benar?¬†

Jika kalian saat ini pemimpin, apakah kalian yakin orang yang sedang kalian pimpin saat ini senang dengan kalian? Yakin??

Bahkan dalam sholat lima waktu pun dijlelaskan secara implisit cara menghadapi pemimpin.

Pernahkah ketika sholat berjamaah kita menemui imam yang lupa akan gerakan sholatnya? Tentunya pernah bukan?? Lalu, sebagai makmum, apa yang harus kita lakukan? Mengingatkan? Bagimana? Teriak? diSms? Diajak Chatting? bukan seperti itu caranya.
Coba disimak Hadist Rasulullah SAW. yang satu ini,
“Barang siapa yang terganggu oleh sesuatu dalam shalatnya, hendaklah ia mengucapkanSubhanallah. Bertepuk tangan adalah untuk kaum wanita, sedang bertasbih untuk kaum lelaki.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasa’i).¬†klik link sumber

Imam adalah pemimpin, bukan?

Kalau pemimpin salah, ingatkanlah ia. Tegur baik-baik, jangan kampungan. Sampai beberapa kali ia tidak mendengar, baru kita boleh menggantikannya dengan pemimpin lain yang lebih konsentrasi ke kewajibannya, atau hingga batas yang lebih parah, kita bisa pergi meninggalkannya.

Ingat tidak, saat upacara bendera merah putih, yang kita doakan salah satunya adalah pemimpin?

Pemimpin itu hidupnya rapuh, rentan godaan kekuasaan, rentan ancaman dan tugasnya melindungi orang-orang yang ada dalam wilayahnya yakni kita, rakyatnya. Apa kita juga akan kuat bila diterpa godaan sekuat para pemimpin kita? Se-alim apapun kita? Belum tentu.

Maka doakanlah mereka untuk tetap kuat menahan kepentingan lain selain untuk rakyatnya. Doakan mereka untuk memiliki keluarga yang mampu menjadi sandaran saat mereka lelah mengurus kita. Doakan mereka banyak-banyak karena hanya itu yang saat ini bisa kita lakukan.

Sesungguhnya adalah anugrah untuk rakyat- seorang pemimpin itu – kecuali ia berlaku dzalim kepada pengikutnya.

Berhentilah menyakiti pemimpin dan mulailah menjadi rakyat yang patuh. Yang bisa diajak kerjasama dalam kebaikan.

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: