Menjadi dewasa (?)

Aku pikir menjadi dewasa itu berbeda.
Ternyata sama saja egoisnya.
Meskipun kita sudah mulai mengenal komitmen.

Aku pikir menjadi dewasa itu banyak masalah.
Ternyata permasalahannya  berputar-putar di satu titik. Hanya saja aku tidak mengobati bagian porosnya.

Ketika aku menginjak dewasa, aku pikir aku dapat melakukan suatu hal baru yang spektakuler.
Ternyata aku hanya memunguti serpihan masa lalu yang kuanggap salah.

Aku pikir ketika aku dewasa, aku akan jarang tertawa.
Ternyata masih.
Hanya saja, alasannya justru bukan hal-hal lucu.

Ketika aku dewasa, mati-matian aku mencari alasan. Agar tetap tertawa, bahagia, dan bersyukur. Karena di depan mataku, beberapa anak bahkan telah menanggung beban dipundaknya, lebih dari orang dewasa.

Ah…
Aku pernah melihat komik yang isinya anak kecil masuk kedalam time machine. Adegannya begini:

Robot: selamat datang, selamat menjadi orang dewasa.
Sang anak: hah? Aku tidak merasakan perbedaan apapun..
Robot: Tentu saja. Sekelilingmu juga tidak.
                          ***

Ketika aku dewasa… Fuahh.. Tenang saja, tidak akan ada yang menyadarinya… selain waktu.

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

2 responses to “Menjadi dewasa (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: