Let’s play!!

image

Hayyy… Malam dunia mayaaa… Disini tepatnya jam 10 lebih-lebih dikit..
Okay. Kali ini gue akan share info yang ga begitu penting. Berhubung lagi insomnia… Halah.

Oke. Begini.
Menjadi orang lapangan memang benar-benar ditempa secara fisik emosional. Tapi entah kenapa gue lebih merasa beruntung jadi wanita lapangan. Sampe2 gue buat syair:

“Aku wanita lapangan.
Bedakku adalah debu.
Behelku adalah kerikil.
Sepatuku cemong-cemong.
Dan masih harus tersenyum.
Kadang aku berkaca dan bertanya,
Kenapa si dungu ini tidak duduk rapih dibalik meja dan berdandan saja?”

Sungguh. Syair yang buruk maksimal.

Tapi….
Aku pernah bertemu seorang klien. Tampaknya dia memang jauh lebih dulu ditempa oleh lapangan ketimbang saya.
Ia seorang marketing perumahan.
At that time, Hujan membuat kami terjebak dalam kantor pemasaran yang belum sepenuhnya jadi di atas tanah yang masih merah.

Untuk membunuh waktu, dia menawaran untuk memainkan games di laptopnya. Aku, rekanku dan klienku bersaing skor yang lebih besar.

Disaat permainan itu berlangsung, entah kenapa satu sama lain mampu menebak karakternya masing-masing.

Misalnya aku, no.1 dari bawah.
Aku kalah karena tidak jeli melihat jawaban games di depan mata, aku malah fokus dengan yang jauh-jauh. (Setelah aku pikir2 benar juga)

Rekanku, di rangking 2.
Baginya, background games yang bertuliskan angka jauh lebih mudah di lihat daripada gambar. Sedangkan aku sebaliknya. (Anak ekonomi banget)

Klienku? Dia tidak bisa ditebak. Sejauh ini dia yang menebak kami.

Setelah aku dalami lagi, ternyata cara bermain game ada korelasinya dengan karakter seseorang. Entah sudah ada yang buat penelitiannya atau belum.

Bagiku, game itu tidak penting menang. Tapi mencoba terus. Tidak perlu lama berpikir, dicoba saja dulu. Menang syukur, kalah coba lagi.
Tapi kelemahanku, bila aku sudah menang, aku lupa tombol apa yang telah ku tekan. Sehingga untuk menang lagi, susah.

Tapi temanku? Dia lama sekali memutuskan mengklik apa. Sampai yang menunggu juga bosan. Dia tidak ingin salah. Penuh strategi. Baginya kalah akan sangat memalukan. Dan memenangkan game adalah alasan ia bertahan pada permainan itu.

So……
Ternyata ini semua tentang bermain ya…

Pure pembelajaran kali ini didapat dari games.
Kalau ingin di konotasikan, maknanya terserah pada masing-masing pembaca.
What is the definition of game in your mind?

Tanpa malu-malu lagi, kalau lagi senggang, silahkan main game. Dan intropeksi karakter diri sendiri melalui permainan tersebut.

Demikian saja berita aneh ini.
Salam lincah maksimal !!!

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: