Should not be read

Dalam waktu-waktu tertentu, aku iri dengan teman-teman yang telah datang jodohnya. Lalu membingkai cintanya dengan suci, dengan  ikatan pernikahan.

Siapa yang tak ingin membagi kasih dengan pasangan, tanpa rasa takut akan dosa.
Siapa yang tak ingin melihat orangtua mendendangkan lagu dan berusaha akrab dengan cucunya.
Aku ingin mengulang padanya, apa yang kurasa ketika ku kecil. Tentang prinsip hidup, bahagia, dan tawa.
Aku pikir aku sudah sangat ingin itu terjadi.

“Kamu masih muda, bahagiakan orang tua dulu.”
“Emang udah siap? Yakin sama calonnya??”
“Emang udah ada calonnya?”
JLEB.

Realita menyuruhku sedikit bersabar.
Untuk tidak tergesa-gesa dalam bertindak.
Untuk membuka mata hati kebih lebar, agar tak salah memilih ia yang akan menemaniku di puluhan tahun yang disediakan Tuhan.

Aku ingin segera menemukannya.
Yang mencintaimu, Tuhan. Tanpa harus ada rasa arogan dan “me-Rasul-kan” diri.
Yang akan kucintai, Tuhan. Dalam cara2 yang kau ridhoi.
Yang satu visi dan misi.
Yang tak akan melukaiku, keturunanku, keluargaku dan agamaku.

Sabarkanlah aku untuk menemukan pilihan Mu, Allah.

Dan karena realita, aku takut untuk bertanya pada orang tua;
“Mulai tahun berapa aku sudah diizinkan menikah?”

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

2 responses to “Should not be read

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: