Bebasnya Tiga Huruf ini

 

Apakah benar bahwa Jilbab dapat menahan diri dari hawa nafsu? Diri siapa? Sang laki-laki?? Bagaimana dengan pemakai jilbabnya sendiri? Justru keterpaksaan dalam menutup aurat berpengaruh terhadap hasratnya sendiri. Dan bagi laki-laki, rasa penasaran untuk menaklukan gadis dengan penutup kepala itu semakin besar.

Menurut saya pribadi,singkirkan unsur agama dulu. Pikirkan dari segi yang lebih kompleks lagi. Jilbab sama sekali tidak akan ada gunanya, kecuali si pemakai sadar betul bahwa apa yang dia lakukan adalah untuk mengantisipasi dirinya sendiri dalam menghadapi nafsu syahwat lawan jenis. Sama halnya, perempuan yang tidak memakai jilbab pun, tetap akan bertahan dari godaan bila otaknya mendominasi  hati dibandingkan nafsunya. Hanya saja, saya sendiri merasa saya terlalu lemah untuk menahannya, itu sebabnya lebih baik mencegah sebelum pecah. (loh? Haha)

Se-gelap apapun keadaan pergaulan masa kini, se-lumrah apapun free seks, se-bergeser apapun anggapan kawula muda tentang “tabu dan tidak tabu lagi”, tetap saja free sex tidak akan pernah menjadi hal yang baik. Tidak akan ada silogisme : “karena free sex sudah tidak tabu lagi, mari kita masukan ke buku-buku sekolah dasar!!” Tidak mungkin,kan? Kalau memang terjadi, mari kita harakiri saja.

Karena sesuatu yang BURUK mungkin saja bergeser menjadi TIDAK BURUK lagi. Tapi sampai kapanpun, tidak akan berubah menjadi BAIK.

Lantas bagaimana mengatasi ledakan “budaya barat” yang satu ini?

Jangan hindari itu, karena itu pasti datang. Yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita se-kokoh mungkin untuk menanamkan prinsip se-dini mungkin kepada generasi selanjutnya, tentang dampak yang akan dia terima. Usah lagi menakut-nakutinya dengan dosa, tak akan mempan! Ayah saya sendiri, kalau saya mulai ngerengkel, beliau akan menghelas nafas desperate dan dengan nada dinginnya dia bilang : “Oke, yang penting papa sudah ngasih tau. Kamu sudah tahu konsekuensinya. Jadi kalau suatu saat apa yang papa bilang benar-benar kejadian sama kamu, jangan salahkan papa lagi.”

Itu nasihat semi sumpah serapah. Biasanya sangat mujarab pada saya.

Ngomong-ngomong masalah budaya barat, kenapa juga kita menyalahkan budaya barat? Memangnya tak ada satupun dari barat yang bisa kita pelajari kebiasaannya? Memangnya budaya kita sendiri tidak ada yang salah?

Ikhlas dulu deh, bahwa budaya kita pasti ada kurangnya. Ikhlas dulu, bahwa mereka juga banyak bagusnya. Masih banyak orang barat yang sangat menghargai orang kite karena kearifan lokalnya, bukan karena kita ikut-ikutan “seolah-olah barat” tapi mereka yang orang barat saja ill-feel.

Karena belum muncul kedekatan itulah, bermunculan propandul-propagandul (propaganda yang diunjul-unjul.halah). Para ekstrimis, aktivis skeptis , yang hayuh hayuh-an gembar gembor peperangan. Anti inilah, anti itulah. Mereka belum tahu, “Anti-anti” yang mereka serukan itu justru bisa menjadi “Iklan” di alam bawah sadar publik.

Saya sangat tidak memaksa pembaca untuk membaca dan mengerti maksud saya disini. Saya tidak menganjurkan pembaca untuk mengubah tindakan sepenuhnya menjadi “sparkling angel”.  Terkadang saya menulis juga sambil menasihati diri sendiri, koq. Supaya kalau saya lagi drop dan membaca tulisan ini lagi, saya jadi malu sama diri sendiri lalu kembali bangkit. Lebih penting bagi saya untuk mengubah diri saya sendiri dulu, syukur-syukur kalau Anda juga. Kalau saya sudah berhasil terhadap diri, saya pastikan saya tidak menaruh tulisan saya disini, melainkan di buku. Judul covernya, Desisonia – cHiieY 4naQ S1n6Kh0n6.

 

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: