Mario Teguh dan Satu Kalimat Basmalah

Belum lama ini gue nonton acaranya Mario Teguh Golden Ways tiap hari minggu di Metro TV. Well, sajian hari itu ngena banget. Lengkap dengan kata-kata mama-papa yang nambah-nambahin, “Tuh dengerin,tuh..” , dan gue menjawab dengan sok cool, “itumah Nia juga udah tau..” *sambil nyembunyiin air mata*

Temanya pada malam hari itu adalah PLEASE BE MY BABY. Dan gue disini bukan untuk reView episode beliau. Gue cuman membahas sedikit yang berkaitan dengan gue. Kata-katanya yang paling gue inget justru adalah tentang :

Bismillahirahmanirahim.

yang artinya:

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Siapa yang ngaku muslim yang gak ngerti artinya?

Sebelum memulai sesuatu kita harus membaca basmallah. (sudah sering banget denger kan?)

Gue, sebagai salah satu yang mempercayai hal itu juga sering melakukannya. Tapi kenapa harus BISMILLAH?

Dan dalam tayangan Mario Teguh itu gue baru dapat pencerahan.

Dimana dalam 1 ayat itu, kita dituntut untuk memulai sesuatu dengan melakukan 2 sifat Allah SWT : Ar Rahman, Ar Rahim. Pengasih dan Penyayang.

JLEB. merinding.

Selama ini gue ngucapin bismillah ya bismillah aja, dan gak ngerti makna yang besar yang terkandung didalamnya.

Kelihatannya mudah,ya, pengasih dan penyayang itu? Ohoho, TIDAK BISA…

Gue sendiri sulit mempraktekkan untuk setiap saat berhadapan dengan orang lain dan tetap berperilaku PENGASIH dan PENYAYANG itu. Bagaimana mungkin kita – makhluk yang emosional – setiap saat selalu memperlakukan setiap makhluk Tuhan layaknya “Baby” yang notabene kita pun tak sampai hati untuk menyakitinya?

Dan apakah tuntutan dari 1 ayat itu hendak merugikan kita? mencampuri urusan kita? hendak merusak kita?

Gue rasa cuma orang yang lagi sakau yang menjawab IYA.

Karena dengan sifat kita yang berperilaku pengasih dan penyayang, secara tak langsung Tuhan memudahkan kita dalam banyak hal-hal duniawi. Praktekkan saja sendiri kalo ragu (bukan iklan).

Dan untuk yang masih merendahkan nilai sebuah nasehat, saya ingatkan, Mario Teguh juga bukan siapa-siapa. Bukan Rasul atau Nabi. Bukan Bapak gue. Bukan Titisan Dewa.

Tapi kenapa juga kita harus menilai kebenaran sebuah nasehat dari SIAPA DIA dan bukannya APA YANG DIKATAKANNYA?

Sekian saja postingan baru, setelah sekian lama gak posting.. salam lincah, kisanak! Bismillahirahmanirahim… 🙂

 

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

4 responses to “Mario Teguh dan Satu Kalimat Basmalah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: