Finger Family

Anak komunikasi tentunya udah pernah denger donk SEMIOTIKA ? “Semiotika biasanya didefinisikan sebagai pengkajian tanda-tanda yang pada dasarnya merupakan suatu studi atas kode-kode yakni sistem apapun yang memungkinkan kita memandang entitas-entitas tertentu sebagai tanda-tanda atau sebagai sesuatu yang bermakna.”*

Bahasa awamnya sih gini, kan tiap kita mau berkomunikasi itu pasti ada pesan yang mau disampaikan. Ambil contohnya, media cetak,deh. Dalam bikin berita, wartawan punya kerangka pikir sebelum mulai menulis,lalu  mengolahnya menjadi rentetan kata-kata. Nah, sebaliknya, dibalik sebuah berita, ternyata kita juga bisa menilik isi kepala penulis berita ataupun medianya melalui pengolahan kata-kata atau simbol-simbol baik verbal maupun non verbal yang terdapat disana. Analisis kode-kode atau simbol-simbol itu yang sedang kita sebut sebagai semiotika. Kira-kira begitu deh.

Well, kali ini saya tidak akan membahas analisis semiotika yang “beneran” (yang kepalanya uda ngejelimet baca 2 paragraf diatas pasti sujud syukur).

Yap, sekarang saya akan memberikan hasil analisa semiotika (secara serampangan) yang terdapat pada suatu gambar yang telah saya buat sendiri. Cekidot!

Hasil Analisa :

  1. Gambar diatas pastinya bercerita tentang keluarga jari. Yaiyalah. Dari judulnya aja udah ketahuan -> Finger Family.
  2. Untuk sementara, lupakan kalo jempol = ibu jari. Jempol sama sekali bukan ibu-ibu. Saya yakin Si jempol pasti adalah anak bungsu. Terlihat dari bentuk badannya yang paling minimalis (baca: cebol) dibanding yang lain. Dan sepertinya si jempol ini anaknya melankolis banget. Bentar-bentar nangis.. uh, pasti bikin rempong orang tuanya,deh!
  3. Si telunjuk pasti bapaknya. Seperti yang sering kita tahu, telunjuk adalah pusat komando buat yang lain. Selain itu, peci biru yang dipake si telunjuk menunjukkan bahwa si Bapak religius. Namun, dibalik ke-religiusannya, si telunjuk ini tipe pemimpin diktator, otoriter! Bisa dilihat dari ekspresi tawa liciknya. See?
  4. Yang ditengah, si jari tengah adalah ibu dari anak-anak. Rambut keriting menjulang keatas menunjukkan bahwa dia kekurangan biaya untuk rebonding, dan ekspresi wajahnya menyiratkan ketakutan luar biasa kepada si telunjuk. Saya yakin banget deh, si ibu ini sebelumnya pernikahannya terlalu dipaksakan (mungkin dulu dijodohin kali,ya?) Padahal sebenenya dia ga cinta sama mas-mas telunjuk.
  5. Selanjutnya, si jari manis. Anak sulung yang dari namanya aja kita tahu bahwa dia yang paling manis, pinter, lembut, dan baik hati.. Makanya banyak jari-jari dari keluarga lain yang pengen naruh cincin di jari manis (baca: ngelamar). Kalau saya lihat auranya, dia sepertinya berbintang Sagitarius.
  6. Yang terakhir ini adalah anak tengah yang gosipnya sih nyaris ga dianggap anak sama finger family. Hanya gara-gara dia mengalami hydrochepalus (liat aja palanya). Akibatnya dia selalu dipandang sebelah mata (liat aja matanya). Dia kembali dianggap di keluarga tersebut karena si jari manis yang sukarela berada di samping dia setiap saat untuk merawatnya.. (GBU, jari manis!)
  7. Nah, logo D|bikin itu yang sampe sekarang belum ketemu jawabannya. Karena saya pikir itu bukan hal yang istimewa jadi saya lewati.

Alright,baby.. Sekian analisis saya, bila ada Pembaca yang gak setuju dengan pendapat saya, silahkan cantumkan nama dan komen di bawah ini. Inti dari perbincangan kita pada postingan kali ini adalah bagaimana membuat semiotika – teori yang rumit – menjadi permainan yang menyenangkan. Salam finger! 😀

*dikutip dari buku Semiotika Komunikasi – Indiwan Seto W.W.

Nb :

  1. Sebenernya analisis gue itu gue juga ga tau itu semiotika atau bukan. Yee! 😛
  2. kata-kata yang sulit diatas seperti verbal, melankolis, entitas, hydrocephalus, GBU, diktator, otoriter,dsb bisa cari sendiri di Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tolong jadi pembaca jangan manja,yah! Minta dikasih link segala!!! AARRRGGGHH!! Jangan cegah saya!! #kalap

Oke cukup sekian. Wabillahi taufik wal hidayah. Wassalamualaikum wr. Wb.

Advertisements

About desisonia

as like as mirror pahamin bahwa smw org punya masa PASANG-SURUTnya. ada kalanya compang-camping, ada kalanya flamboyan. Tgantung kita bsa nerima keadaan yg spt ap... View all posts by desisonia

2 responses to “Finger Family

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: