Dirty Little Habit | Don’t blame me if you gonna throw up

Today i’m gonna share a lil bit disgusting experience. If you feel uncomfortable, you better don’t read it.❌

There’s a reason why i named my senior high school gank : Wet Bottom. Most of us used to gather in bathroom. When we have diggest problem, one and each other feel responsible to accompanied to the girls bathroom. Even sometimes we had chit chat between the doors. And sometimes too, it takes too much time until the school bell was ringing and we have to stop pooping although we had have not finished yet.

That’s where WB came from. And they had agreed.

Diggest problem, Bladder problem.. I have all of those. Unfortunately.

Every time when i go around in public, i always fear that i will have sudden diggest/bladder attack. It turns into anxiety and panic disorder and affect my body even more. Tbh i hate when people make it as a joke or share my dirty weakness in front of every body. Anyway, now i share.

FYI guys, anyone who laughed at me, i didn’t do it on purpose. There’s something wrong in my body.

On 2014, my first 2 weeks marriage i feel so bad. I couldn’t control my bladder and it felt so painful when i peeing. I checked to the gynaecologist and he said that it was Honeymoon cystitis.

But then after i giving birth to the baby and a year and half later i still can’t control my bladder. Furthermore when i did a long journey or using plane (transportation always makes me worry, but this one is the most terrifying). Some months ago i went to the traditional massage and trying to healing this with a very experienced old woman. And her hand is magic!

That’s for the bladder. Right now, when i write this, i suffer “muntaber”.

And this is something that you didn’t want to hear:
https://tusfiles.net/0r91ia41q9pu

play it with high volume.😄
ps: the sound comes when i inhale and press my stomach in the same time, and louder when i exhale

Advertisements

Dan Kamu Selalu Bilang Tidak Tahu

Aku selalu menghirup baunya. Sepandai apapun kamu menyembunyikan. Aku selalu bertanya padamu, dan kamu bilang tidak tahu. 

Aku bertanya lagi, kamu bilang kamu habis berkumpul dengan teman-temanmu hingga baunya sampai ke kamu. 

Aku diam. 

Esoknya lagi kamu pulang, malam.  Langsung ke kamar mandi, entah melakukan apa.

Esoknya lagi kamu tertidur pulas,  aku membereskan tasmu. Ku temukan sebungkus rokok masih lumayan penuh beserta dua korek api. Emosiku meledak. Aku bertanya padamu dengan kasar. Aku tak suka pembohong. Lebih dari tak suka barangnya sendiri. Hal kecil saja berbohong,  apalagi hal besar.

Beberapa waktu kemudian kamu pulang malam lagi. Aku masih sering memeriksa keberadaanmu yang sesungguhnya. Aku telepon ke kantormu tapi kata rekanmu, kamu sudah pulang dari sore. Kamu pulang karena kangen bertemu bayi dan istrimu. Padahal setiap malam, aku menunggu kamu sampai aku terlambat makan malam. Aku menduga-duga setiap deru motor yang mendekat itu adalah kedatanganmu.

Aku desak kamu dan kamu tetap bilang tidak tahu, kenapa rekanmu bisa bilang begitu. 

Aku desak lagi, kamu bilang ternyata main game. Ternyata kamu butuh hiburan. Ternyata duit hasil game yang kamu pakai untuk tambahan nafkah. Dan berbalik memarahiku seolah aku hanya ingin mempergunakan uangnya saja tanpa tahu “kerasnya” kamu berusaha. 

Memang terus begitu. 

Berbohong lagi, maaf lagi, baikan lagi. Aku benci jika harus menyelipkan tangis diantaranya. 

Tahukah kamu. 

Aku ingin menghormatimu sebagai kepala keluarga. Namun rasa keraguanku mengalahkannya. 

Aku hanya ingin bertemu bertatap mata, memdengar cerita lucu yang dulu sering kau lakukan ketika aku dibelakangmu diatas motor yang tak pernah kau cuci. Aku hanya ingin kamu tahu aku butuh kamu dirumah. Sebagai pengisi jiwa aku dan anakmu. Tapi yang kau butuh ternyata hanya hiburan,dan itu bukanlah kami. 

Apa aku salah mengukur. Menikah memang bukan hanya tentang cinta. Komitmenlah yang menyatukan lagi setelah hati ini hancur berantakan. Komitmenlah yang menyabarkan.

Sedang cinta, cinta takkan memperlemah komitmen. Cinta tak mungkin rela melihat pasangannya tersakiti. Cinta pasti memberi isyarat bahwa dirinya memang patut dipercaya. Cinta akan membiarkanmu tenang meniti waktu meski tak sedang satu ruang tanpa harus bermain detektif setiap saat. 

Tapi cinta.. Juga pergi entah kemana sejak keinginannya terpenuhi. 


Desain | E-course | Translate CYANIA

Location: Lampung

So, kita bahas satu2 ya.. 

1. Cyania Design

Kami menyediakan jasa design (non printing) baik untuk logo, brosur, t-shirt kartu nama dll. Baik untuk online shop, UMKM dll. Harga bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan konsep/ide. Mulai dari 50k – 350k. Don’t worry, ada bonus desainnya juga untuk pelengkap usaha kamu. 

Kami juga menyediakan konsultasi serta revisi dan alternative desain. Jadi, kalo kamu bahkan belum kepikiran konsepnya gimana, kita terbuka banget untuk brainstorming. 

Kalo merasa ga puas, customer boleh nda bayar. Karena kepuasan dan kepercayaan customer adalah yang utama. Tapi kalo ga bayar, pastikan desainnya jangan diem-diem dipakai ya.. karena dunia sosial media, segala hal yang ter-blacklist menyebar dengan cepat loh.. 

Kami menyesuaikan format penyimpanan dengan kebutuhan customer. Kalo butuhnya pdf doang atau JPEG doang hayuh, kalo butuh CDRnya juga sok.. Mangga.. 

Mostly, kalau customer dan kita berkoordinasi dengan baik dan lancar, 3 hari kelar. Tapi kadang ada revisi,  atau malah perombakan dadakan jadi bisa seminggu atau lebih. 

The point is, everyone could learn and use design graphic software. However, this isn’t only about it. 

Pastikan email sama sosial media kamu bisa diajak koordinasi untuk review hasil desainnya. Bayar transfer rekening BRI. Mudah toh? Semudah upload instagram. Halah. 

2. Lanjut kita ke Cyania E-Course. Bagi siswa/i di Lampung yang pengen bisa bahasa Inggris tapi malu dikira kebarat-baratan sama temen, kita bisa video call via skype/google hangout/line untuk latihan bercakap-cakap bahasa Inggris. We practice a lot. Jadi, jangan heran kalo materinya berbeda, karena kebutuhan bahasa Inggris satu dan lainnya berbeda. Bisa dari medium, bisa dari basic bahkan dari bikini bottom (hehehe. just kidding) . Kita bisa bahas PR tapi BUKAN ngerjain PR sepenuhnya, karena itu namanya pembodohan. 

Asal punya gadget dan kuota, we can do it. Waktunya 30menit, 3x seminggu. Per orang. Paymentnya via BRI juga..

Jadi, biarin temen-temen kamu kaget, tau-tau kamu udah bisa ngomong bahasa inggris didepan kelas.. Atau bahkan, sama bule! Yeay!! 
3. Translate

Kalau yang ini pada dasarnya kita memahami mahasiswa/i tingkat akhir nih, yang abstrak skripsinya kebanyakan masih abstrak, saking abstraknya kayak lukisan di pameran. Mboh. 

So, kita sediakan juga translate abstrak skripsi dengan biaya yang terjangkau. Tanpa transtool. Jadi kamu bisa sibukin diri ngatur jadwal kompre, revisi redaksional sementara abstrak kamu udah kelar. 
Itu dia sekilas tentang Cyania. Kalau ditanya offline nya dimana, kita bisa meetUp sometimes, tapi pada dasarnya kami di udara. Mboh. Kami dimana-mana, dimana ada koneksi, kalian bisa hubungin kami. 

Kita ad LINE: cyania_bdl untuk fixed order. Dan IG @cyania_bdl untuk gallery kita.

Ayo,  manfaatin gadget kamu, maksimalin kebutuhan kamu. Don’t be a fool, go to…  CYANIA. 


Hari Ibu (Mother’s Day) | The Imperfections

Seandainya semua ibu dapat melahirkan bayinya secara normal.. Akan sangat menyenangkan untuk jadi yang pertama menatap matamu, menimangmu, dan menyusuimu. Tapi tak semua harapan kami berjalan lancar.

Seandainya semua ibu tercipta dengan asi yang berlimpah.. Segala zat yang Allah anugrahkan didalamnya dapat kau serap selama 2 tahun. Tapi beberapa ibu air susunya mengering sebelum waktunya.

Seandainya semua ibu diberikan kesempatan untuk selalu berada disamping bayi dalam masa keemasannya.. Merupakan kebahagiaan ibu saat mengetahui kata pertamamu yang terlontar, atau langkah pertamamu yang sudah begitu solid. Namun tak semuanya ibu yang pertama kali tahu. Perawatmulah yang tahu. Karena sebagian ibu memilih meniti karier, demi masa depan buah hatinya.

Seandainya semua ibu dapat mewujudkan mimpinya. Niscaya kelak anaknya dapat mencontoh. Karena motivasi terbaik ialah tindakan,tak sekadar ucapan. Namun sebagian ibu memilih untuk mengalah pada keadaan. Mendekat pada anaknya meski kebanyakan orang menyayangkannya. “Mengapa mimpimu terkubur demi mengurusi sumur, dapur dan kasur?”

Demi keajaiban 9 bulan,

Sebagian ibu tak memiliki kesempatan seperti lainnya.

Sebagian ibu memiliki pilihan atas jalan hidupnya.

Namun semua ibu memahami konsekuensinya masing-masing.

Jadi,

Berhentilah memandang rendah satu sama lain. 

Normal ataupun sesar,

ASI ataupun formula,

Dirumah ataupun bekerja,

Seorang ibu..

Selalu mengusahakan yang terbaik untuk anaknya.

PS:

Beberapa memang bukan pilihan terbaik. Namun beberapa juga bukan merupakan pilihan.
Salam lincah, emak-emak sedunia!


Apa Musuh dari Temanku Harus Kubenci juga?

Pernahkah kalian memiliki momen persahabatan seperti ini:

Saat sahabatmu, si A menceritakan kebenciannya terhadap C, ia berharap kamu juga ikut membenci C. Kamu ditempatkan pada pilihan, jika kamu berteman dengan C berarti kamu juga musuh si A. 

Ah, waktu sekolah dulu saya kebanyakan pada posisi si C. Dibenci tiba-tiba sama orang karena temannya orang itu tidak suka dengan saya. Yes, kecepatan permusuhan itu tidak selambat kecepatan moveon kamu sama mantan.

Saya mengerti betapa tidak menyenangkannya berada di posisi ini. Jika saya memiliki musuh karena masalah diantara kami berdua, itu adalah fair. Namun jika musuh yang lahir karena doktrin orang yang membenci kita, rasanya itu tidak fair.

Tidak seperti laki-laki yang mostly menyampaikan kekesalannya secara langsung dan cenderung menggunakan kekerasan fisik, para perempuan lebih kepada sikap dingin berlebihan, menyakitkan hati dan berlangsung dalam kurun waktu yang lebih lama. But me, beranggapan selama perkataannya tidak membuat jantung saya copot, saya anggap angin lalu.

Disisi lain, ketika saya tidak menyukai seseorang, saya cenderung menyimpannya untuk diri sendiri. Pun kalau saya menceritakannya pada orang yang dianggap bisa dipercaya, saya serahkan penilaian dia untuk orang tersebut. Capek amat hati ini jika melarang-larang teman untuk berteman dengan siapa saja.

Saya pernah, karena hal sepele, bermusuhan dengan salah satu anggota geng(grup/teman sekelompok). Kami tidak berbicara satu sama lain dalam waktu yang lama. Tapi teman yang lain yang juga di dalam geng itu tidak ada yang menyadari perubahan kami. Tidak ada saling mengajak satu sama lain untuk memusuhi. Mereka baru ngeh ketika saya sendiri yang bilang. Dan mereka justru malah berusaha mempersatukan kembali, bukan malah mengkotak-kotakan persahabatan yang sudah ada.

Fine. Perjalanan waktu membawa pada fase dewasa. Dalam cakupan yang lebih luas lagi, hidup bermasyarakat, hidup bermedia. Media mengkotak-kotakan kita seolah siapa yang mereka benci, juga harus kita benci. Sebaliknya, siapa yang mereka cintai, harus juga kita cintai. Di media sosial juga begitu, orang yang di dunia nyata begitu menyenangkan, kok di sosial media saling mengkafirkan sesama agama. Sejak runtuhnya rezim otoriter, kita sudah beralih ke demokrasi. Dimana kita harus bersiap menghadapi perbedaan, dengan meminimalisir perpecahan.

Untungnya saya tumbuh dengan terbiasa dianggap “kafir” oleh golongan sendiri. Jadi tahu betapa tidak menyenangkannya kalimat itu. Kalau ibarat Harry Potter, itu tuh kayak ngatain Hermione sebagai mud blood. 

Sama halnya seperti cinta, kebencian juga dapat diwarisi. Hanya saja, kebencian lebih cepat menularnya. Jangan melihat gajah hanya dari ekornya, kupingnya, belalainya saja. Tapi coba lihat secara keseluruhan. Mungkin saja semua temanmu itu benar. Mereka memperjuangkan hal yang patut diperjuangkan sebagaimana demokrasi mempersilahkannya. Jika memang masih ingin membenci, putuskanlah rantai kebenciannya di diri Anda sendiri. Jangan paksa teman, sahabat, murid, anak Anda agar ikut membenci dengan ataupun tanpa informasi yang valid.

Kecuali kecoa dan belalang! Wajib dibenci sampai titik Baygon terakhir!!! Hoho
Salam lincah damai. Adek lelah bertengkar,bang.

Nb: untuk elo elo sahabat gue SD, SMP,SMA, KULIAH, dimanapun elo berada yah! I miss yu all guys..


Orang Baik: Sekali Salah, Langsung Kartu Merah!

Satu hal yang saya takutkan ketika memutuskan untuk mendedikasikan diri sebagai IRT (idk would it be temporary or permanent),  adalah tingginya frekuensi berdialog dengan diri sendiri. Lagi boboin anak,mikir. Lagi jemur, mikir, nyuci piring, mikir lagi.. Akhirnya daripada beku di otak nanti tambah gila, lebih baik jadi postingan di blog saja.

Okay, kali ini judulnya merupakan kalimat yang pernah terlontar dari teman saya. Lupa siapa dan kapan, tapi tercatat begitu saja di memori.

Melihat fenomena di TV saat ini, sepertinya figur tokoh-tokoh baik  – atau yang mencitrakan dirinya baik – sedang dibombardir dengan pemberitaan yang menyatakan dirinya sebaliknya. Saya tidak mau sebut nama, tapi pasti yang sering nonton infotainment atau subscribe akun gosip tahu. Beberapa tokoh agama, motivator idola yang notabene selama ini tercitrakan sebagai orang baik-baik, suri tauladan, kata-katanya menenangkan,  bahkan salah satu dari mereka menjadi judul di postingan blog ini jauh sebelumnya kini aibnya terkuak lalu dihujat habis-habisan. Setiap lini kehidupannya dicabik (bukan lagi dikonsumsi) oleh jempol haters yang tidak berpikir panjang. 

Benar kata AA Gym yang juga pernah surut di televisi karena poligami;

“Mereka typical masyarakat yang mudah terpesona. Padahal kita dipercaya berbicara disini hanya karena Allah menutupi aib-aib kita.”

Seandainya aib kita sendiri terkuak, mungkin kita pun tak berani keluar kamar. Ya kan? 

Menceramahi itu bukan berarti penceramah itu sendiri tak pernah salah.

Memotivasi bukan berarti dirinya tak pernah berada dalam kondisi butuh pencerahan.

Berpenampilan alim bukan berarti dia tidak mungkin akan jatuh ke lembah maksiat.

Saling mengingatkan bukan berarti dia sendiri tidak pelupa.

Munafikkah? Atau memang di dunia ini tidak ada orang baik, yang ada hanya manusia yang bertahan untuk tidak jahat (?)

C’mon, dear.. Mereka juga bukan Nabi/Rasul. Lagipula setan ini memang sudah ditugaskan menggoda manusia hingga akhir zaman. Setiap minggu setan itu kejar target dan meraih omset. 

Bukan hak kita untuk melempar kartu merah kepada orang yang (at least) pernah memberikan manfaat, dan malah menjadi sumber uang bagi orang yang jelas-jelas bangga akan keburukan dirinya dengan menjadi penonton setia.

Terlepas dari public figure (atau siapa saja yang tadinya kita anggap baik) itu benar / salah, camkan ini..

Dia memang tidak suci,

Tapi kita juga penuh dosyah.

Jangan sampai malah dosyah kita yang terkuak,terus dilempar kartu merah. Lalu disuruh HUSHH HUSHH dari lapangan.

Gituh.

Salam lincah.

—–


Lyric Prank | Matta – Ketahuan

Pada tahu lyric prank yang kekinian itu kan? Nah, sekarang saatnya saya juga cobain. Setelah melihat videonya Fitri Tropika di YouTube, korbannya adalah lakinya sendiri alias suami alias kepala keluarga. Akhirnya pengen bikin juga dan  cari-cari lirik yang kira-kira kalimatnya mendekati percakapan sehari-hari.

Tapi jujur, aku orangnya syulit buat ngerjain atau bohongin orang. Jadi ujung-ujungnya ga pernah berhasil. Makanya gak pernah dijadikan aktor utama dalam adegan tipudaya ulangtahun temen/sahabat.

Setelah searching di google, akhirnya terpilihlah lagu Matta – Ketahuan. 

Jam-jam setelah dia selesai rapat kantor, aku telpon suami.

Me : kamu dimana?

Him: lagi sama temen kantor disamping masjid. Kenapa?

Me: ada yang mau aku omongin. Di wa (whatsaapp) aja.

Him: kenapa? Omongin di telfon aja.

Me: (ya kali mau nyanyi di tilipun) ih, engga ah. Ada temen kamu nanti kedengeran. Baca di wa aja.

Him: @#&£?$© yaudah.
Pancingan selesai. Saatnya eksekusi.

Prsmu apa yah? Hihihihi

Nghihihi, emang bikin ngikik ngikik deh lyric prank ini..

Jaelah. Ketahuan. 

Kan udah dibilang daku tak pandai berbohong *tingtingting*

Oke, sekian postingan nyampah kali ini. Sampai ketemu lagi! SALAM LINCAH!


Cuma Temen Kok! | Part 2

“Aku gak bisa kayak gini terus. Jadi kita ini apa?!” 

Sudah berapa hari ini kamu bertanya hal yang sama terus. Pusing juga harus jawab hal berkali-kali.

Aku gak mau pacaran (lagi)! Ngerti gak sih? Kayaknya engga.

Matamu berubah setiap kali ada lelaki yang mendekatiku. Meski aku menganggapnya hanya rekan, atau klien atau teman, tapi untuk beberapa orang dia marah besar jika dianggap terlalu dekat. Seperti kemarin, ketika ada rekan yang menggodaku agak lebay (padahal aku anggap bercanda) wajahnya langsung merah, alisnya menyatu, dagu bawahnya lebih maju, giginya gemeretak kemudian berkata,

“Kamu ke lantai atas sana (menunjuk aku). Udah udah, bang dia ga suka. Dah sana cepet ke lantai atas.”

Aku ragu, takut, tapi nurut. Takut kalau ada baku hantam, tapi engga sih. Menurutnya perempuan memang harus tegas. 

“Laki-laki menggoda bukan karena perempuan itu sangat cantik,bukan. Tetapi dia ‘terlihat’ memberi harapan dengan ketawa/i bareng, curhat, apalagi kalau ‘murah sentuhan’. Ke siapa aja tepok sana, tepok sini. Apalagi kalau perempuan itu cantik dan dia suka, dipegang pundaknya aja lelaki udah degdegan.” Ajarnya.

Awalnya aku bantah mentah-mentah. Tetapi kemudian aku mengamati dan sejauh ini.. kata-katanya benar.

“Jadi gimana kita ini?” Ujarnya kesekian kali.

“Aku gak bisa ngapa-ngapain kalau kamu digoda cowok lain terus. Aku siapa?” Lanjutnya.

Aku masih bersikukuh dengan kalimatku.

“Aku janji gak akan sama cowok lain, tapi aku beneran gak mau pacaran. Ngapain sih, ngabisin waktu, capek hati, ujung2nya putus.”

———————————-

Bersambung kidah.


Cuma temen,kok! | Part 1

Jangan pernah percaya kalo kamu tengah curiga sama pasanganmu, terus dia bilang,”dia itu cuma temen kok.”

Lah, memangnya dulu kita apa? Ibu dan anak?

Dulu juga kita teman satu perusahaan, ketemu pas briefing awal banget. Disaat peserta lain pada berguguran mendengar kenyataan pahit dari vice director, 3 orang tersisa. Salah duanya kita. Kamu satu-satunya laki-laki yang bertahan di meja bundar. Setelah itu, lanjut pemaparan mekanisme kerja. Aku ingat sekali ketika VDnya bilang, “jadi kita rapat pagi dulu terus ke lapangan. Tapi jangan pulang, ga dapet2 iklan nanti. Atau nanti yoga malah pacaran lagi sama desi.”

Haha ha. Terpaksa ketawa formalitas.

Singkat cerita, kita sering ngampas bego bareng jadi marketing. Karena aku phobia kendaraan, aku nebeng kamu (aneh juga ga bisa kendaraan jadi marketing). Plonga/o mencari produk yang bisa digarap disekeliling kota. Tak jarang kamu bermaskerkan debu asap dari jalan lintas sumatera, dan aku? Berbehel kerikil yang terlempar dari truk-truk besar pembawa pasir.

“Debu,des. Kok gak ditutup sih helmnya?” Ujarmu sambil mengendarai motor.

“Ish, gapapa loh, namanya petualang.” Bantahku. 

Singkat cerita lagi, kamu itu rupanya orangnya pi’il parah dulu. Aku sih lebih suka jika biaya makan kita aku yang tanggung, hitung2 karena sudah ditebengin. Tapi kamu engga mau. Semuanya pengen dibayarin. Gegayaan! “Gausah.. Kalau nanti lo ketemu temen (yang perlu dibantu) lo bantu aja kyk gue sekarang bantu elo.” Lalu aku camkan itu baik2.

Karena sudah separuh yakin pria ini murni hanya ingin berteman, aku bercanda sambil menunggu di tempat klien, “Kak, jangan-jangan lo ini suka sama gue ya? Padahal gue ngerasa biasa aja loh.”

Besoknya dia daftar Bank swasta.

Tapi namanya jodoh ya, dia gak keterima dan kembali lolalolo berdua demi memenuhi omset. Iya, tinggal kita berdua sekarang yang bertahan dimasa percobaan.

Hingga disuatu masa, kamu bilang juga. Sambil duduk di atas motor matic yang gak dicuci2 itu kamu bilang.

“Aku sebenarnya suka sama kamu.”

Anehnya aku gak merasa kaget uwow banget atau apa gituh, engga. Aku cuma jawab..

“Entah kenapa aku juga seneng bareng2 kamu terus, tapi aku gamau pacaran. Udah lelah.”

———————————-

Bersambung kidah.
BONUS:

Foto berdua pertama kali. Diajak refreshing sama rekan2 kantor.


Love is Support, Support is Trust.

I love you, dad. But can I have my own decision.
I don’t wanna live without you, honey. But how can I bury my own passion?