ISTI vs ISSI

Anda termasuk Ikatan Suami Takut Istri alias ISTI ? Kenapa? Ada yang salah dengan Anda? Haha. Just Kidding.

I’ll tell you frankly. Lelaki sejati tidak akan masuk kedalam golongan Suami Takut Istri. Why? Karena mereka adalah singa jantan dalam keluarga, mereka lah SANG PEMIMPIN. Dialah yang menjaga lingkaran keluarganya agar jauh dari mangsa singa lain, dalam konteks ini, dialah yang menjauhkan yang jahat dan mendekatkan yang baik. Untuk apa ia takut, apalagi kepada betinanya..

Lelaki sejati, justru memilih untuk menjadi Suami Sayang Istri. Mereka yang dengan jujur dan inisiatif menjaga perasaan, serta kepercayaan istrinya. Begitu pula sebaliknya. Continue reading

Advertisements

Hati Yang Berbuah

Teruntuk buah hatiku,

Ternyata memang benar bahwa hati itu berbuah.

Dan sebagaimana buah, ada asamnya, ada manisnya.

Tergantung bagaimana pohonnya.

Kelak pohonnyalah yang bertanggungjawab, jika buahnya ada yang busuk.

Maka disinilah aku, sepenuhnya untukmu.

 

Aku harus kuat, karena akulah akarmu.

Aku harus tegar, tegak berdiri untuk mengangkat agar kau melihat dunia diatas angin.

Disisi lain, aku juga harus rindang, menentramkan sedihmu, menyederhanakan tawamu.

 

Pada akhirnya, meski bukanlah aku yang akan memetik manismu.

Pada akhirnya, meski aku akan lebih dulu gugur dimakan waktu.

Aku berharap kelak engkau bisa bertumbuh menjadi pohon yang jauh lebih kuat, lebih tangguh daripadaku.

Kau dan aku tak pernah memilih satu sama lain. Tapi disitulah keajaibannya. Siapapun yang Ia pilih, selalu aku cintai, dan aku berharap, kau juga mencintaiku, sampai akhir nanti…

 

 

Salam cinta,

Bunda.

 


Wewe Gombal :)

Seorang wanita yang berada dalam lingkaran ku sedang berjibaku dengan emosinya. Mencoba bertahan dan mempertahankan ditengah puluhan rasa sakit yang ia dan janinnya rasakan. Suaminya berhari-hari enggan pulang ke rumah, lebih memilih tidur di tempat kerjanya. Sedangkan istrinya tak bisa meninggalkan 3 anaknya begitu saja. Terakhir kali suaminya bilang padanya kalau ia menyukai wanita lain. Jangan ditanya apa reaksi sang istri.

Aku seringkali dan terus-menerus berpikir, sampai kapan ini semua berakhir. Maksudku, perempuan sudah berkorban badan, hamil, merasakan semua hal yang luar biasa sakitnya secara fisik maupun mental SEORANG DIRI, sekarang harus ditinggalkan karena suami dengan egoisnya.. MENCINTAI WANITA LAIN?? Continue reading


Menjadi Terlalu Diandalkan Itu Tidak Benar

Raina memandangi postur tukang pecel paruh baya itu. Sedikit mirip dengan neneknya, tapi tidak dengan pecelnya. Buatan neneknya adalah yang paling mantap, apalagi soto ayamnya. Namun rasa yang membuat rindu itu tak lagi bisa dinikmati. Semenjak terserang stroke 1 tahun lalu, nenek Raina masih belum berani menyentuh dapur. Meski berbicaranya mulai lancar, jalannya harus sangat hati-hati. Akan sangat berbahaya bila jatuh atau terpeleset dan terserang lagi untuk kedua kalinya.

Dan kakeknya? Kakeknya adalah orang tergagah yang pernah ia kenal. Sebelum kakek Raina kecelakaan 3 tahun lalu, menyebrangi pulau Jawa hanya berkendara motor sudah biasa dilakukannya. Raina pun ingat betapa kakeknya memegang peran yang cukup besar dalam hidupnya. Dari masuk SMA, hingga wisuda, kakeklah yang memfasilitasi transportasi kemana-mana. Kakek terlalu sayang dengan Raina.

Kakek dan Neneknya, Raina tahu, adalah orang-orang yang kuat. Nenek yang lembut, tapi tak bisa kompromi soal ibadah. Kakek yang akrab dengan semua orang dijalan. Kakek Raina rela diusianya yang sudah uzur, mencari nafkah dengan mengojek. Padahal bila disusuri kebelakang, beliau adalah pekerja sukses yang sudah menjalani haji. Rumah satu-satunya mereka jadikan atap untuk anak cucunya yang tak memiliki rumah. Berbagi pintu, makanan dan… kesedihan.

Kini, kakek dan nenek Raina sadar betul rupanya, anak-anak temannya satu persatu mulai mengundang mereka melayat. Artinya teman-temannya sudah banyak tiada. Sedangkan kehidupan anak-anaknya yang masih bergantung  sangat menjadi pikiran mereka. Sampai-sampai mereka berpikir untuk menjual rumah mereka satu-satunya yang bertempat di wilayan yang lumayan strategis, supaya anak-anaknya bisa mengkredit rumah subsidi masing-masing. Bisa dikatakan, itu adalah warisan yang bisa mereka berikan agar nantinya dapat berakhir dengan tenang.

Ironisnya, anak-anaknya pun mendukung. Mereka sudah mengkhayal membagi-bagi hasil penjualan. Imagine. Ketika tua nanti, bukannya dirawat, anak-anakmu malah ribut membagikan warisan disaat kamu masih hidup. Dan anehnya, kakek dan nenek tidak berkeberatan, mereka berdua benar-benar orang-orang tulus.

Sayang…

Sepertinya, menurut Raina yang hanya anak kemarin sore, kakek dan nenek menjadi orang yang terlalu bisa di andalkan. Sehingga anak-anaknya menjadi manja, egois dan bermental ‘tangan dibawah’. Mereka terbiasa dengan kemudahan. Kemudahan bukan dalam konteks kemewahan. Justru kemudahan dalam kesusahan hanya ada 2 opsi; menjadi kriminal atau menjadi parasit.

Anak-anaknya tidak memiliki keinginan dan kebanggaan bila mampu memberi. Dan sebagai orangtua, selalu membela anaknya.. Atas nama sayang dan atas dasar kasihan.

Jelas, itu pendidikan semacam itu akan menyulitkan orangtua kelak.

Menjadi terlalu diandalkan itu tidak benar, yang benar menggerakkan semua anggota agar bisa saling diandalkan. 

Dalam kasus ini jelas, yang muda-muda selalu punya seribu alasan hanya untuk menyumbang kebutuhan bulanan kakek dan nenek. Bahkan yang paling manja, mereka masih berani menggunakan uang jatah kakek nenek untuk diri mereka sendiri. Nauzubillah.

Sayangnya lagi,

Sekarang Raina juga bukan siapa-siapa untuk menolong kakek dan nenek. Deep inside her heart, ingin sekali ia boyong mereka ke kediamannya. Walaupun sempit, tapi Raina masih ada daya juang untuk menghidupi mereka. Membayar apa yang telah ia dapatkan selama ini dari kakek dan nenek, meski takkan pula mampu terbayar.

Doa malam ia panjatkan, agar mereka bahagia. Sehat, hingga saatnya Raina mampu membahagikan mereka.

Aamiin.

**********

Salam lincah,


Tindik

Malam itu ayahnya berulang kali keluar masuk ruangan dengan cemas. Berkali-kali bertanya sudah apa belum? “BELOOOM…..”kataku.

Aku memang sedikit lebih tenang dibanding dia. Mungkin karena kita sama-sama perempuan,Nak.

Semalam anak wedokku yang berumur 4 bulan baru ditindik dan disunat. Kenapa baru sekarang? Dari kemaren-kemaren ayahnya gak tega. Di undur-undur malah keburu kulit telinganya jadi lebih keras. Ayahnya sama sekali gak tega mendengar tangis anaknya. Yah, sama sih ibunya juga. Tapi kita tahu, tidak semua airmata itu bermaksud jahat,nak.

Terkadang airmata itu adalah memang fase yang mesti kita lalui untuk menjadi dewasa.

Termasuk air mata karena tindik.

Ah.. aku teringat saat menjelang melahirkan sesar juga ayahnya sama sekali gak membantu menenangkan. Wajahnya jauh lebih pucat, dan gemetaran. Malah Ibu mertua yang sama-sama perempuan yang lebih menenangkan. BTW, kalo nanya Ibu kandung dimana, beliau lagi ngemong anak pertama jadi lagi siap-siap dulu.

Kita yang sama-sama perempuan ini tahu, kita, takkan bisa membantu banyak. Kita lebih tenang karena kita semua telah, sedang dan akan melaluinya. Kita percaya dan sudah membuktikan, kekuatan doa jauh lebih besar. Wuih, perkara tindik menindik aja lebbhaayyyy!!! Well, yah, pencerahan ada di momen apa aja sih. Ga kenal waktu dan tempat di persilahkan (apasiihh).

Menangislah,Nak. Kamu akan tertawa bahagia setelah tahu bahwa kamu berhasil melewati sedihmu.

Ibu juga pernah, dan sering menangis. Tidak perlu berharap ada atau tidak yang memeluk kita ketika itu. Ada Tuhan. Lalu kita perempuan, pasti juga bisa bangkit lagi.

 

Salin,

Salam Lincah.


Pernikahan Impianku !

Dulu saya berpikir, alangkah senangnya di acara pernikahan itu jika hanya orang-orang terdekat saja yang diundang. Setelah akad nan sakral, kita langsung ke taman sederhana ditemani alunan lagu kesayangan yang menemani romansa kita berdua oleh peniup saxophone atau musik klasik, sehingga obrolan para tamu undangan pun masih tetap terdengar. Pengantin menyatu dengan yang saudara, teman-teman dan koleganya di meja-meja bundar. Cair, angin bikin adem tapi hati jadi hangat.. Tanpa mengharapkan embel-embel kotak amplop. Tapi yah… itu khayal! Continue reading


Sawer Digital

Dia yang ada di dalam sana

bersenang-senang dalam kemudahan mencari uang.

Seolah… mudah.

Membuka baju, bertingkah bergairah,

memperlihatkan mahkota wanitanya,

dan dikerubungi mata laki-laki mesum yang menggemarinya, menanti tontonannya, penasaran dengan kepribadiannya, lebih meluangkan waktu untuk menontonnya dari pasangan sahnya sendiri.

Mengumpulkan pundi-pundi dari ‘sawer digital’, sawer kekinian dari aplikasi pembodohan.

Entah berlanjut atau tidak didunia nyata.

Dia berpikir menjadi bagian dari perdagangan seks sukarela adalah pekerjaan pilihannya. Dia mendapatkan mata, uang, dan ketenaran.

Terkadang kasihan, tapi kasihan kepada orang yang tengah berbahagia rasanya tak pantas.

Dilain sisi…

Pasangan mereka memilih untuk tetap menutupi apa yang bukan hak orang lain untuk dilihat. Menjaga perasaan wanita-wanita lain yang pasangannya terjerat candu aurat.

Kenapa tidak bisa? Semua wanita memiliki aset yang sama.

Terlebih jika ada pemulusnya alias uang. Siapa yang tak bisa?

Hanya saja ia tahu,

Tuhan menciptakan surga dan neraka karena sebuah alasan. Dan ia takkan bermain menjadi Tuhan.

Biarlah Tuhan yang menilai. Pasangan dan para wanita-wanita digital itu termasuk apa.

Mengapa ia harus mengorbankan kehormatannya sementara Tuhan menciptakan otaknya dan ototnya cukup untuk mencari jalan halal?

Mengapa ia harus ikut memalukan orang-orang yang ia cintai hanya karena sakit hati pasangannya lebih tertarik pada kebohongan di balik layar sana?

TIDAK.

Ada jiwa-jiwa kecil yang harus ia lindungi, dan air mata takkan pernah menolong.

Ada hati yang ia tahu harus tetap tenang agar rumah tetap bercahaya.

Dan ada Tuhan yang ia yakin adalah Hakim yang Berhak Memutuskan.

Ia akan tetap sekokoh karang, berjuang untuk apa yang ada di pundaknya. Dengan jalan yang lebih tajam, tapi lurus.

.

Dan untuk para wanita yang tak lelah bersolek dan memajang tubuh molek di balik sana, kami tak menyalahkanmu. Namun silahkan tanya nurani untuk tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hidupmu.

 


Alkisah

Alkisah, sepasang orangtua membesarkan anak mereka dengan kasih sayang berlimpah. Dididiknya anak itu dengan idealisme dan pemikiran yang baik sepanjang hidupnya. Diberikannya contoh kehidupan yang berada di rel yang lurus. Diusahakannya pendidikan setinggi-tingginya dengan susah payah. Namun, ketika sang anak dewasa, dan dapat berpikir sendiri, ia menjadi jauh lebih idealis daripada orangtuanya, mereka justru melarangnya.

Bukan fanatik, bukan pula munafik, tetapi ia hanya memiliki pemikirian baik versinya sendiri. Sang orangtua ingin anaknya mendapatkan yang terbaik, menjadi kebanggaan, menaikan derajat kehidupan di mata keluarga besar – hal yang sang orangtua sendiri belum mampu mewujudkannya. Disisi lain, anaknya menangis, hatinya bertentangan dengan apa yang ia kerjakan. Hatinya yang sebongkah berlian, rupanya menurut orangtua harus dipahat dengan realita lagi, agar menjadi cantik dan standard menurut penilaian orang-orang.

Siapakah yang salah dalam hal ini?

Kekhawatiran akan kegagalan yang seringkali terjadi di masa lalu sang orangtua, tak ingin mereka warisi kepada anaknya. Ketakutan itu seolah menutup mata hatinya untuk melihat hal-hal yang membahagiakan untuk sang anak.

Sederhana sekali sebenarnya, keinginan sang anak. Membahagiakan mereka, dengan cara baik-baik. Namun kehormatan dan nama baik keluarga membuat nalurinya seringkali terabaikan. Seolah karena ia tak mendapat semua itu dari kakinya sendiri, maka ia tak berhak memutuskan sendiri. Kembali lagi, sang anak bertekuk lutut oleh materi duniawi.

“Apakah kamu bahagia?”

tak pernah hal itu terlontar dari bibir orangtuanya.

Yang terbaik, yang telah tumbuh dari hati-hati yang bersih kini terpaksa menggunakan sudut pandang yang berbeda. Hatinya berkata, “Ini salah, ini salah”. Namun yang lain bilang “Tidak akan ada yang benar dilingkaran itu, jika bukan kita yang menghapus hal-hal yang salah.”

Entah yang mana yang benar. Wallahu alam.

Btw, ini hanya sebuah kisah di hutan hujan antah berantah.

Jangan di ambil hikmah.

Salam lincah.

 

 

 

 


Internet is AWESOME !

INTERNET IS AWESOME.

Couldn’t agree more that internet gives us many advantages. Me personally, as a young mother, i often confused about what was i supposed to do? For example, when my first baby was sick, i’m panic and want to bring mine to the clinic immediately. But then i searched on trusted health site says that i actually don’t have to get to the hospital. Some diseases are normal and only need several treatment.

Like, internet is so damn helpful you know!

People from all over the world are sharing information. Regardless it is verified or not, still it gives us a new point of view. Thus, we can access about almost anything.

Yes…

Anything.

Including porn.

 

BAD IDEA

Some people access porn sometime. Some other access every day in their leisure time. They don’t realize that porn could damage their brain, affect their heart, and kill their relationship. First of all, they search because they curious. Secondly, they’ll become addicted. At the end, the fantasy is become higher, “Sex life must be as great as porn that i watched”. In fact, in real life, sex activity is different. When you make porn as your guiding book, well that’s totally a mistake. Porn is a LIE !

When you (if you’re a man), not as good as the actor, you’ll get depressed and unsatisfied.

Or when your partner (as a woman) not as attracted and wild as the actress, you’ll get mad to her. Furthermore, it affect your heart. Your concern is no longer about how you build a romantic relation, communicate each other. Your brain is damaged by the think  “HOW YOUR SEX LIFE SUPPOSED TO BE” and if you’re not get what you want from your partner, you might be search on “new cyber partner” from internet. This cyber person which is “live” on the each mobile application and act porn is much dangerous for me. Because they are real, close, and may become anyone that we could meet in real life. It’s different when you saw actress and actor do something that is already scripted.

This cyber partner could be on your same county, same region or even your neighbor.

Is that Legal?

Is that allowed on your relationship?

At the end, you’re only kill both trust and relationship.

FILTER

Internet is awesome, if we can filter what we need in our life. Internet helps our life, so don’t make our aspect in life is ruined by internet. Porn industry won’t stop if the demand is still exist. Filter what’s come to your mind. Don’t click, and see the brighter and healthier way of life.

End.

 


Kucing Kebelet Kawin

Gimana mau dilegalin agama dan negara kalo sama lelaki manapun kamu nempel-nempel manja? Dan bodohnya kebanyakan lelaki itu, dia gak sadar kalo dia lagi jadi keset. Iya.. keset buat di elet2 kucing yang lagi kebelet kawin!

Continue reading