Pemakan Satu Spesies

Hallo!

Kali ini saya akan menulis tentang hal yang lagi menjadi bisnis gosip terbesar.. yap! Skandal pelakor. Pelakor atau perebut laki orang, lebih ditujukan kepada pasangan menikah yang notabene akibat yang ditimbulkannya jauh lebih buruk. Sekarang ini, banyak ruang gosip untuk melaporkan kejadian tersebut, dengan harapan hak-hak perempuan dapat terangkat. Disisi lain, kita harus hati-hati, karena akan semakin banyak pelakor merasa dia tidak sendiri. Membully pelakor tidak akan membuat ia dan pasangan kita jera. Tapi diam saja juga membuat istri sah terpuruk dalam kesengsaraan.

Sayangnya lagi, selain dari sisi pelakor adalah dari sisi komentar. Perempuan itu memang makhluk kejam. Sudah saudaranya ditimpa kemalangan, dia masih sempat mencari kekurangan dari istri sah. Oh, ya kamu gak pernah dandan sih, kamu ga ngurus suami dengan bener sih, kamu bawel sih dan bikin suami cari kenyamanan di cewek lain. Buseeett.. komentarnya.. ngebantu engga, malah bikin tambah pening.

Terus terang saya bukan sekali dua kali ketemu istri yang rajinnya luar biasa, pengabdiannya ke suami ga kurang-kurang. Jangankan ke suami, bertandang ke saudara-saudaranya suami juga ringan tangan. Tapi apa? Berakhir sama juga.

Ada yang udah cantik, pintar, bisa cari uang sendiri, eh, dijadiin alesan juga kalo istrinya jarang ada dirumah. Padahal karena harus menempuh studi. Berakhir juga.

Yaelah..

Terus perempuan-perempuan harus gimana? Ya derita kita. Kita ini makhluk pemakan satu spesies. Perempuan. Kalo sudah menyangkut nafsu (yang seringnya mengatasnamakan perasaan), dia gak mau tahu sakit hatinya perempuan lain, keluarganya, anak-anaknya.

Pelakor kerap melakukan pembenaran juga dengan menyalahkan istri sah atas kekurangan mereka dan mengira bahwa kisah dongeng dialah yang akan berakhir sempurna. Mereka sering menganggap, lelakinya lah yang mengejar mereka lebih dulu, tanpa sadar bahwa wanita yang memiliki kuasa penuh untuk katakan TIDAK untuk menyakiti perasaan wanita lain.

Dan.. 

Menurutku, tidak mestilah cantik untuk menjadi seorang pelakor. Terkadang hanya alis yang digambar lebih menor sudah membuat suami yang gak bener tergoda. Karena apa? Karena memang syetan menyelimutinya dalam wujud yang benar-benar menggoda. That’s it.

Terus gimana kalau suami gak bener?

Dipikiran saya sih ada banyak hal, antara lain: i’ll cut his balls.

But then, saya ingat perkataan beberapa orang yang berbeda.

1. “Tidak semua hal di dunia ini berjalan seperti yang kita kehendaki. Istigfar.”

2. “Kita tidak diharuskan untuk bersama 1 orang saja sampai kita mati. Jika dia sudah melanggar agama dalam pernikahan, tidak apa bercerai. Meskipun memang itu jalan yang dibenci Allah dan disenangi Iblis.”

3. “Pernikahan tidak bisa menutupi zina.” (untuk para pelakor yg dinikahi setelah diketahui hamil)

Ada yang lain lagi? Silahkan ditambahkan. Sori ga bisa panjang-panjang nulis soal ini. EmosiπŸ˜†

Advertisements

Aku si Gadis Bebas

“Kemana semangatmu yang dulu?” dia bertanya ketika aku masih bersembunyi dibalik selimut. 

Semangat? Semangat katanya? Apa aku kurang bersemangat saat ini? Jangan salah.. Sekarang ini aku sangat bersemangat loh ini…untuk diam di tempat.

***

Bercerita tentang dulu, dulu bukanlah hal yang lebih baik atau lebih buruk dari saat ini. Aku mencintai dan bersyukur untuk semua fase dalam hidupku. Tapi jika dibilang semangatku hilang oleh pasanganku sendiri, aku sedikit kesal. 

Dulu aku gadis bebas. Orangtuaku punya dua putri, dan aku si sulung. Semenjak kuliah, aku merasa hidupku jauh lebih bebas. Tidak ada seragam, upacara, bahkan sebenarnya tidak masuk kuliah juga tidak apa. Paling ga lulus, sudah. 

Aku ikut organisasi apapun, berteman dengan siapapun, pulang jam berapapun tidak masalah. Benar! Entah mereka benar-benar percaya atau sebenarnya kurang peduli ya, saat itu aku berpikir. Tapi yang pasti, dengan kepercayaan sebesar itu, aku tak sanggup jika harus bohong. Aku selalu memberi kabar, dan ayah selalu menjemputku meskipun itu hampir tengah malam sekalipun, jika ku minta. Jika tidak, tak jarang diantar rekan mahasiswa ke rumah. Dan beliau tak marah.

Orangtua seolah tidak pernah berpikir jika aku akan mengkhianati kepercayaannya. Misalnya, aku berpura2 jadi MC di acara, ternyata aku dari dugem. Ugh. Mana ada.

Dan akupun tidak pernah mendengar mereka berburuk sangka kepadaku. Aku sering bercerita, meminta pendapat, dan menjadikan ayah sebagai dosen pribadiku. Aku benar-benar sedang menikmati kehidupan perkuliahanku. Tak peduli aku tak punya kendaraan, hape yang bagus atau dandanan yang hampir tidak ada. Kemana-mana jalan kaki, naik angkutan umum, dijemput kakek atau ayah. Mereka semua mendukungku secara real.

Aku tidak bisa bilang aku tidak bangga ketika aku mampu mendapatkan beasiswa di 3 tahun perkuliahan itu, setidaknya aku mampu meringankan beban mereka. Satu hal yang belum boleh saat itu. Bekerja. Mereka takut aku nanti terlalu asyik bekerja dan tidak fokus kuliah lagi. Nevermind. Aku juga belum minat cari uang. Aku masih senang mencari pengalaman di organisasi, kenal banyak orang, mendapat nilai sempurna, berburu kantin murah dan enak.. ya gitu-gitu aja.

Efek negatifnya sebenarnya aku tidak terlalu sering dirumah. Bukan lagi anak rumahan tapi juga bukan anak kebablasan. Gimana ya ngomongnya.. Bandelnya saya ya males ngurusin rumah, berantakan, bangun siang. Gak seperti anak gadis pada umumnya.

Dalam proses skripsi lalu saya berpikir untuk lebih mencari pengalaman kerja. Ya, bergabung organisasi eksternal yang kira-kira bisa membangun jaringan. Disana sayapun mendapat beberapa job seperti pramuwisata / tourguide / tour leader atau jadi bagian dalam event organizer. Dan ternyata mendapat uang hasil jerih payah sendiri itu menyenangkan! Bangga gak ketulungan! Bisa beli handphone yang koneksi browsingnya lebih cepat! Punya whatsapp! Bisa online facebook 24 jam! Rasanya mewah padahal cuma hape murah. Rasanya beda.. dengan memiliki barang hasil dari dikasih cuma-cuma.

Meski tak jarang saya bangun pagi-pagi dan meninggalkan rumah 5 hari berturut-turut ke luar kota. Tapi anehnya orangtua percaya. Pernah sekali saya mengalami hal yang menurut saya sedih saat saya diluar kota, entah kenapa, ibu yang jarang sekali khawatir tiba-tiba menelfon saya. Seperti ada kontak batin. Saya pun terharu dan menahan tangis. Harus profesional. Tidak boleh bikin orang rumah khawatir, ujarku dalam hati.

Pun setelah saya bekerja dan satu kantor bersama orang yang ternyata jodoh saya, diapun tahu benar kalau saya orangnya pecicilan. Gak bisa diem. Kalo jalan berdua saja dia mengeluh jalan saya kecepetan. Padahal dia yg tak mampu mengimbangi ritme kaki saya.

Sampai akhirnya saya berkata.. ok, dia jodoh saya. Lalu menikah.. dan hamil..

Ritme kehidupanpun mulai berkurang. Bukan tanpa alasan. Beberapa kali saya kelepasan pecicilan, akhirnya jatuh dan membahayakan janin. Saya mulai memperlambat, bukan karena saya tidak semangat atau lemah, tapi karena tahu saya tidak bisa berhenti berlari.

Hingga sekarang, 

menjadi ibu rumah tangga full time. Stay dengan ketidakdinamisan yang ada. Daripada jalan-jalan, lebih baik beberesan dirumah karena kalau bukan kita siapa lagi. Daripada duaduanya kerja dari pagi sampai malam, makan diluar rumah terus, anak ga keurus, gaji ga ketabung juga.. akhirnya ngalah.

Menjadi istri bekerja juga perlu dukungan, saling percaya dan kerjasama. Jika tidak, harus ada yang dikorbankan kan?

Imagine. Gadis bebas yang gak ngerti rumah tangga, end up with stay at home ngurusin rumah. Stressnya kayak apa.

Yah begitulah.

Dan jangan tanya.. semangatku sudah bukan untukku lagi, tapi untuk kita semua. Untuk mengumpulkan keikhlasan dalam diam di tempat dan membesarkan pintu rezeki dari sang suami. Untuk meraih cinta anak-anak sepenuhnya.

mundur selangkah, (berharap) bisa maju 3 langkah..

lagi hamil gede, udh bisa sedikit pecicilan

jalan2 sm temen organisasi ke pulau kiluan

jalan2 sama temen2 organisasi ke Way Kanan

Kerja formal pertama

tour leader ke bandung


Segelintir kegalauan emak2

Ya, ladies.

Kamu bisa tetap cantik, bebas berdandan, berlenggok seksi tanpa beban dan tanggung jawab. Sangat menarik & menggairahkan untuk mata lelaki yang menatap baik yang sudah terikat maupun yang tidak. 

Bisa, kamu bisa bebas memilih siapapun. Meski setelah apa yang kamu putuskan untuk dirimu..

Kamu juga bisa menjelma menjadi orang yang polos seolah tak pernah ada catatan hitam.

Namun tanpa kamu sadari, kamu banyak kehilangan dari dalam. Tubuhmu, akan memberikan jejak dari kesalahanmu. Katakanlah itu khilaf, atau dampak dari terlalu cinta, sama saja. Tanpa tanggung jawab itu tak berarti apa-apa. Nalurimu, takkan bisa serta merta melupakan dan masa depanmu… selalu tergantung dengan kebaikan orang-orang yang menutup rapat aib di masa lalu.

Segelintir wanita bodoh justru menampakan aibnya seolah berharga. Mengatasnamakan “anti sok suci” diatas matinya nurani sendiri. Padahal diapun sadar, hatinya sadar, kalau dia salah.  

Miris…

Berapa banyak anak gadis yang baru haid saja sudah kehilangan kehormatannya. Belajar menghilangkan nyawa “aib”nya disaat sang laki-laki malah menggoda yang lain lagi.

Berapa banyak sekarang yang dengan bangganya mencintai orang yang bukan hak-nya, merebut kebahagiaan orang lain, bahkan menaruh maksiat dan penderitaan atas nama CINTA… 

Berapa banyak orang mengejar populer dengan mengumbar gambar-gambar tidak pantas dan gaya hidup mewah hasil jerih payah menjual badannya?

Yasalam..

Bukan saya membenci. 

Saya hanya kasihan.. 

Saya adalah ibu, pun seorang anak perempuan. Ingatan saya sebagai keduanya masih segar di kepala.

Sebagai anak saya merasa beruntung, memiliki orang tua yang protektif pada orang-orang tertentu seperti laki-laki. Entah apa jadinya jika saya menyerahkan 100% perasaan saya kepada sang pacar. Mungkin saya sudah lebih kacau lagi. Kita memang lemah kalau sudah menyangkut perasaan. Tapi jika setan masih bisa melewati pagar iman, maka buatlah BENTENG!

Sebagai ibu, saya merasakan lagi. Betapa beratnya hamil, begitu tervonis hamil hingga 9 bulan mengandung.. bukanlah hal sederhana yang patut ditanggung sendirian. Se-mandiri apapun kita. Perlu dukungan fisik dan moril dari sang suami. 

Tangisan bahagia karena keberadaan bayi itu tak akan ada, jika itu bukan dibingkai suci. Bisa bayangkan apa yang dilalui oleh anak-anak yang hamil pra nikah?

Ketakutan,

ditinggalkan,

kesakitan,

kekecewaan,

malu,

cacian,

ketiadaan masa depan

Cukup untuk membunuh semua hal berharga yang harusnya didapat disaat yang tepat. 

Apa masih ada cinta??

Kebanyakan setan yang tadinya membalut tubuh wanita dengan kecantikan, keseksian dan godaan itu langsung serta merta pergi setelah kegirangan. Mission accomplished,katanya. Lantas kamu  tampil dengan seburuk-buruknya aura dimata lelaki itu. Ditinggalkan, kebanyakan. Beberapa dinikahi tapi pernikahannya penuh konflik.

Beberapa diantara mereka mengambil “jalan pintas” dengan aborsi. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, jejak kesalahan itu pasti membekas selamanya.

Apakah anaknya nanti akan tumbuh penuh cinta? Ataukah rantai itu tak mampu terputus karena orangtua yang belum bertaubat?

Mengenai dosa..

Ada beberapa hal yang menarik dari kita:

Kita tak perlu mabuk-mabukan,

trisemester awal hamil kita akan mabuk sampai badan tak berdaya.

Kita tak perlu seks bebas,

akan ada masanya pasangan sah kita membuat kita benar-benar hampir tiada hasrat lagi kearah sana.

Kita tak perlu drugs,

nanti jika kamu melahirkan sesar dan tak mampu menahan sakit, obatnya biusnya akan membuatmu candu dan nyaris sebahaya morfin.

Dan kita tak perlu pamerkan aurat kita.

akan ada saatnya kita mengerti setiap jengkal aurat kita adalah perisai sekaligus penyambung nyawa darah daging kita.

Dan sebagai ibu sayapun takut..

Entah apa yang ada di depan sana untuk menjadi ujianmu, wahai anak-anakku..

Semoga..

Bila engkau lelaki, jadilah lelaki yang kuat. Terpaan godaan bukan hal yang kecil, jadi tundukanlah pandangan. Jangan kau sakiti hati pasanganmu kelak yang menjaga kehormatan dengan nyawanya demi masa depan kalian.

Dan bila engkau perempuan, jadilah sebaik-baiknya perhiasan. Bersabarlah di jalan yang benar. Jaga kehormatan dan harga diri sampai saatnya tiba. Agar pasanganmu kelak tidak akan menaruh kesalahanmu sebagai alat yang membuatmu tak berdaya dan berarti.

Jika dari kehormatan diri sendiri yang tidak diketahui oranglain saja kita sudah terjaga, InsyaAllah impian apapun di dunia ini Allah meridhoi. Aamiin.


Dalam Bisik Syahdu (fiksi)

Suasana di ruanganku semakin ramai. Kudengar riuh dan isak tangis yang menambah lemah jantungku. Inginku mereka perlihatkan kepadaku cerianya, seperti kala dahulu. Namun hidupku yang bergantung pada selang dan mesin medis membiarkan mataku menonton. Meski otak masih bekerja.. Mengingat segenggam memori jangka panjang..

***

“Dimana istri saya sus?”

“Istri Bapak sudah diruang tindakan. Silahkan Bapak menunggu disini.”

Ya Allah,ujarku. Tak terbayang betapa kagetnya istriku mendengar dirinya harus di operasi untuk mengeluarkan anak kami. Tidak sedikitpun terencana untuk caesar, keculi karena ketuban yang pecah sebelum waktunya itu. Setelah menunggu 12 jam, terpaksa aku menandatangani surat untuk operasi.

Tak berselang lama, dokter keluar. Disusul oleh perawat yang menggendong bayi kami yang sudah dibersihkan. Melihatnya, segala kegundahgulanaankupun hilang. MasyaAllah, mahkluk kecil inilah yang selama ini ku nanti dalam rahimnya, yang selalu membuatku berdetak kagum setiap melihat gambarnya dilayar USG dan mengajakku berkelahi dengan tendangan mungil dalam perut ibunya. Inilah.. Darah dagingku..

Kulitnya benar-benar lembut halus dan rapuh. Namun matanya dan alisnya tajam sepertiku, pertanda dia akan jadi lelaki sejati.

“Mau diadzanin,Pak?”tanya suster

“Oh. iya.” aku menggendongnya dan mengucapkan lafadz yang pertama kali ia dengar.

“Allahu akbar, Allahu akbar!” Tanpa sadar aku menitikan air mata. Wahai anakku, telah dititipkannya engkau dari gendongan Rabb-ku. Ini janjiku, untuk menjagamu didunia ini agar dirimu belajar mencintai Allah Yang Maha Mengasihi dan sama-sama kita jangan  pernah jauh dari-Nya sampai kita kembali kepada-Nya.

Dan aku menciumnya lekat-lekat. Ia menggeliat geli. Akupun tersenyum lebar..

***

“Syahdan? Kamu sudah dimana,Nak? Iya, Bapak masih kritis. Kamu tetap hati-hati di jalan ya..”

“Kakak udah dimana,Bu?” ujar gadis berambut ikal 

“Baru sampai bandara,sayang.. Kita ngaji lagi ya..”

***

Didalam taksi bandara, seorang pemuda sedang menatap kejauhan. Entah mengapa aku melihatnya. Itu anakku.

“Ayah.. Syahdan masih punya janji sama ayah. Syahdan ingin ayah lihat aku wisuda. Syahdan belum minta maaf sama ayah.. Syahdan belum jadi anak baik untuk ayah..” jeritnya dalam hati.

Wahai anakku, kamu lebih dari apa yang Bapak inginkan. Bahkan lebih dari apa yang Bapak lakukan pada orangtua Bapak dahulu. Kalaupun kamu ada salah itu salahnya Bapak, yang keliru mengajarkan. Jagoan Bapak.. Jangan menangis.. Kamulah yang terkuat, yang bisa diandalkan menjaga ibu dan adikmu. Kamulah alarm yang mengingatkan Bapak saat iman Bapak lemah. Kamulah kebanggaan yang sering Bapak ceritakan tanpa henti pada orang-orang, dari kamu kecil hingga sekarang.

Bapak akan menunggumu, dengan segala tenaga yang Bapak punya..

Lalu aku membayangkan lagi saat ibunya masih dalam pengaruh bius operasi. Ia menangis. Aku menggendongnya “Jangan menangis, cup cup sayang…” dan ia pun terlelap dibuaianku.

***

Suasana di ruanganku semakin ramai. Kudengar riuh dan isak tangis yang menambah lemah jantungku. Inginku mereka perlihatkan kepadaku cerianya, seperti kala dahulu. Namun hidupku yang bergantung pada selang dan mesin medis membiarkan mataku menonton.

Aku kembali kemasaku.

Manusia biasa mana yang tak ketakutan pada titik akhir? Dan menonton mereka menangis adalah hal yang paling menyeramkan. Aku tahu ini tak mudah. Aku berusaha untuk tak memikirkan apa yang tertinggal. 

Ketika itu pintu dibuka oleh Syahdan. Istri dan anak perempuanku spontan memeluknya. Rasanya aku ingin melompat ikutan. Rindunya aku…

“Bapak tadi jatuh,kak. Sudah siuman, tapi belum sadar betul. Trus saudara juga udah pada kesin..Bapak!!!”

“Fira, panggil suster!”

“Bapak! YaAllah!”

***

Disini… berkumpulah orang-orang yang aku cintai. Senang bisa membuat mereka terus mencintaiku seperti ini. Istri, anak, sanak saudara.. 

Meski rasa sakitku mulai berkurang, aku mulai sangat takut, bahkan untuk merasakan takut itu sendiri. Aku ingin menangis sekencang-kencangnya, ketika itu Syahdan datang menghampiri. Air wajahnya tampak lebih tenang, sorot matanya yang kuat menahan bendungan air mata, demi membisikan lafadz yang terakhir di telingaku. Sebagaimana aku membisikkan adzan di awal kehidupannya. Inilah 2 rahasia yang tak pernah kita ketahui kapannya..

Setelahnya… rasa takutku hilang, aku merasa seperti bayi dalam gendongan yang dininabobokan dengan penuh kasih sayang. Ya, aku merasa seperti Syahdan yang ku gendong dulu. Sampai kemudian airmataku berhenti sendiri, dan terlelap.
end


Mau nikah? Punya ini ga??

#1 Kalo sakit, kasih ke perawat RS

#2 Kalo tua, kasih ke panti jompo

#3 Kalo repot, kasih pembantu

#4 Kalo udh brojol, kasih baby sitter

#5 Kalo “lagi pengen”, kasih ke.. hotspot shield (patheticπŸ˜‘πŸ˜‚)

Serahkan semuanya. Hidup ini serba mudah kalau ada duitnya.

Ya kan? Sakit pake apa kalo bukan duit? Panti jompo bayar. Pembantu, kadang lebih gede gaji dia daripada jatah belanja. Baby sitter apalagi. 

Ya kan? Faktanya, memulai hidup baru itu ga cukup pake cinta! Pilih pakai akal dan rasional. Semua butuh duit!

Fakta kedua, duit bisa mengisi semua hal. Tapi coba lihat, dengan duit juga kamu ga perlu memulai lembaran baru such as pernikahan. Toh semua yang kamu butuhkan akan terpenuhi.

Sorry to say, 

sebagian orang yang lupa agama malah melampiaskan kebutuhan biologisnya (lebih spesifik lagi: nafsu syahwat) dengan orang2 yang dapat dibayar. Tanpa harus nikah yang notabene banyak komitmen yang harus blahblahblahblah.

Jadi buat apa capek2 cari pasangan, udah gitu mahal2 biaya resepsi? Kalau tanpa nikahpun kamu bahkan bisa dapat apapun yang kamu mau, karena katanya pernikahan itu membatasi ruang gerak (padahal emangπŸ˜‚)

Fakta ketiga:

Berkeluarga atau engga lo tetep butuh duit.

Bedanya, ada peran dalam keluarga yang ga bisa lo dapetin dari siapapun yang lo bayar pake duit. 

#1 Oke,kalo sakit kita bisa bayar RS, tapi jika disitu juga ada keluarga yang menemani, merawat dan mendoakan, kita akan jauh lebih kuat.

#2 Orangtua bisa saja punya perawat khusus, tapi jika anaknya mau mendengarkan obrolan dan ceritanya meski berulang2 kau dengar, pasti beliau jauh lebih bahagia. Lansia itu kembali ke masa awal. Masa seperti dulu saat kamu masih kecil dan berceloteh riang. Sebenarnya perannya itu seperti hal2 simpel yang terlalu simpel sampai hanya orang yang benar2 berorientasi keluargalah yang memiliki sense belonging of their home & family. Sebagian lagi menganggapnya LEBAYYYY sampai akhirnya mereka mengalami karma itu sendiri pada anak2nya lalu kesepian sampau akhir hayatnya.

#3 Kamu sah sah saja memiliki seorang pembantu. Tapi bukankah lebih baik jika ada kalanya rumah juga merasa bahwa tuannya mencintainya? Ga ada salahnya sama2 menjaga, kerjasama dalam urusan rumah tangga. Toh kerjaan rumah itu ga punya jenis kelamin, bisa dikerjakan oleh wanita atau pria. Disisi lain, kelihatannya sepele, tapi tidak mungkin tidak ada orang yang akan membersihkan sebuah rumah. Sarang penyakit justru akan jadi hal yang serius. 

Jadi,Keluarga pun harus bahu membahu dalam hal ini. Apalagi yang ga punya biaya untuk hired pembantu. Tolonglah. Jangan macam uang tak de, peduli pun tak de.

#4 anak boleh saja dititipkan ke babysitternya, tapi jangan lupa.. kualitas didikan dia adalah tanggung jawab kita. kualitas emosional dia adalah hasil dia mencerna sekitarnya.

Tanpa peran ayah yang baik, kelak anak perempuan akan mencari sosok lain yang mampu memenuhi kebutuhannya.

Tanpa peran ayah yang baik, kelak anak laki-laki akan kehilangan maskulin-itas dan tempat dia belajar tentang tanggung jawab.

Begitupula dengan peran ibu yang notabene adalah dunia sang anak.

Jadikanlah pertemuan dengan anak yang sering hanya sebentar itu berkualitas. Tak terpotong lagi dengan keegoisan untuk hiburannya sendiri. 

Poin kelima akan sangat panjang dan mendebarkan. Jadi lebih baik saya cut. Haha😁

Kesimpulannya adalah…

Menikah, berkeluarga, YA BUTUH DUIT. DUIT BISA DICARI. Tapi jika anda enggan memberikan peran atau “sentuhan” seperti yang keluarga butuhkan, lebih baik anda JANGAN meminang atau dipinang anak orang. 

Toh anda bisa dapat semuanya tanpa harus berkomitmen seumur hidup. 

Biarkan orang lain yang lebih siap secara MENTAL & FINANSIAL yang bersamanya, agar generasi yang dihasilkan pun gak stress lihat ibu bapaknya kayak keluarga kayak bukan.πŸ˜‚

Ok? Thank you. Salam lincah!


KATA SAMBUNG

sampai pada akhirnya di suatu titik, aku tak ingin melanjutkan lagi kalimatnya. Baik dengan kata sambung ataupun tanda hubung lainnya.
Aku tidak ingin melompat langsung ke cerita akhirnya, aku tak begitu penasaran dan trauma untuk kembali menemukan rasa. Lagipula, untuk apa melompat ke ujung, jika kau merasa sudah berada di ujung?
Aku hidup penuh dengan itu. Berusaha menyambung2kan makna dari pilihan tema hidup yang tak selalu benar. Seolah menemukan pola dari kumpulan teka-teki padahal aku terjebak di dalamnya.
Sekarang aku hidup dari itu. Dari kata sambungku. Jika bukan karenanya, aku sudah memilih arah lain yang lebih membuat orang marah, terkejut, kecewa. Meskipun sebenarnya, aku juga tidak bahagia, menyambung hidupku dari kata. Terutama yang seperti dia.
karena mereka pikir aku seperti masih menjadi anak kalimat yang berwujud induk. Yang memperhatikan keseluruhan paragraf, meski tak didengar tak dianggap. 
Aku ingin pergi dan membawa cinta satu satunya yang aku punya untuk membangun pokok ide yang baru. Yang lebih matang, dan menginginkan hasil akhir dengan cerita yang sama denganku. Tanpa harus merendahkan dan melemahkan ku.
Atau tidak.

Mengosongkan seluruh ide dan bergerak seperti mesin2 industri komersil
Saat ini kata sambung membawaku ke depan jam dinding, berputar2 menunggu dan berpasrah diri. Untuk berbahagia, bersedih, dan tak bisa mencari kebahagiaanku sendiri.
Aku lelah dan aku ingin titik. Aku ingin titik. Berhenti menulis, tolong. Aku ingin titik.


Dirty Little Habit | Don’t blame me if you gonna throw up

Today i’m gonna share a lil bit disgusting experience. If you feel uncomfortable, you better don’t read it.❌

There’s a reason why i named my senior high school gank : Wet Bottom. Most of us used to gather in bathroom. When we have diggest problem, one and each other feel responsible to accompanied to the girls bathroom. Even sometimes we had chit chat between the doors. And sometimes too, it takes too much time until the school bell was ringing and we have to stop pooping although we had have not finished yet.

That’s where WB came from. And they had agreed.

Diggest problem, Bladder problem.. I have all of those. Unfortunately.

Every time when i go around in public, i always fear that i will have sudden diggest/bladder attack. It turns into anxiety and panic disorder and affect my body even more. Tbh i hate when people make it as a joke or share my dirty weakness in front of every body. Anyway, now i share.

FYI guys, anyone who laughed at me, i didn’t do it on purpose. There’s something wrong in my body.

On 2014, my first 2 weeks marriage i feel so bad. I couldn’t control my bladder and it felt so painful when i peeing. I checked to the gynaecologist and he said that it was Honeymoon cystitis.

But then after i giving birth to the baby and a year and half later i still can’t control my bladder. Furthermore when i did a long journey or using plane (transportation always makes me worry, but this one is the most terrifying). Some months ago i went to the traditional massage and trying to healing this with a very experienced old woman. And her hand is magic!

That’s for the bladder. Right now, when i write this, i suffer “muntaber”.

And this is something that you didn’t want to hear:
https://tusfiles.net/0r91ia41q9pu

play it with high volume.πŸ˜„
ps: the sound comes when i inhale and press my stomach in the same time, and louder when i exhale


Dan Kamu Selalu Bilang Tidak Tahu

Aku selalu menghirup baunya. Sepandai apapun kamu menyembunyikan. Aku selalu bertanya padamu, dan kamu bilang tidak tahu. 

Aku bertanya lagi, kamu bilang kamu habis berkumpul dengan teman-temanmu hingga baunya sampai ke kamu. 

Aku diam. 

Esoknya lagi kamu pulang, malam.  Langsung ke kamar mandi, entah melakukan apa.

Esoknya lagi kamu tertidur pulas,  aku membereskan tasmu. Ku temukan sebungkus rokok masih lumayan penuh beserta dua korek api. Emosiku meledak. Aku bertanya padamu dengan kasar. Aku tak suka pembohong. Lebih dari tak suka barangnya sendiri. Hal kecil saja berbohong,  apalagi hal besar.

Beberapa waktu kemudian kamu pulang malam lagi. Aku masih sering memeriksa keberadaanmu yang sesungguhnya. Aku telepon ke kantormu tapi kata rekanmu, kamu sudah pulang dari sore. Kamu pulang karena kangen bertemu bayi dan istrimu. Padahal setiap malam, aku menunggu kamu sampai aku terlambat makan malam. Aku menduga-duga setiap deru motor yang mendekat itu adalah kedatanganmu.

Aku desak kamu dan kamu tetap bilang tidak tahu, kenapa rekanmu bisa bilang begitu. 

Aku desak lagi, kamu bilang ternyata main game. Ternyata kamu butuh hiburan. Ternyata duit hasil game yang kamu pakai untuk tambahan nafkah. Dan berbalik memarahiku seolah aku hanya ingin mempergunakan uangnya saja tanpa tahu “kerasnya” kamu berusaha. 

Memang terus begitu. 

Berbohong lagi, maaf lagi, baikan lagi. Aku benci jika harus menyelipkan tangis diantaranya. 

Tahukah kamu. 

Aku ingin menghormatimu sebagai kepala keluarga. Namun rasa keraguanku mengalahkannya. 

Aku hanya ingin bertemu bertatap mata, memdengar cerita lucu yang dulu sering kau lakukan ketika aku dibelakangmu diatas motor yang tak pernah kau cuci. Aku hanya ingin kamu tahu aku butuh kamu dirumah. Sebagai pengisi jiwa aku dan anakmu. Tapi yang kau butuh ternyata hanya hiburan,dan itu bukanlah kami. 

Apa aku salah mengukur. Menikah memang bukan hanya tentang cinta. Komitmenlah yang menyatukan lagi setelah hati ini hancur berantakan. Komitmenlah yang menyabarkan.

Sedang cinta, cinta takkan memperlemah komitmen. Cinta tak mungkin rela melihat pasangannya tersakiti. Cinta pasti memberi isyarat bahwa dirinya memang patut dipercaya. Cinta akan membiarkanmu tenang meniti waktu meski tak sedang satu ruang tanpa harus bermain detektif setiap saat. 

Tapi cinta.. Juga pergi entah kemana sejak keinginannya terpenuhi. 


Desain | E-course | Translate CYANIA

Location: Lampung

So, kita bahas satu2 ya.. 

1. Cyania Design

Kami menyediakan jasa design (non printing) baik untuk logo, brosur, t-shirt kartu nama dll. Baik untuk online shop, UMKM dll. Harga bervariasi tergantung tingkat kesulitan dan konsep/ide. Mulai dari 50k – 350k. Don’t worry, ada bonus desainnya juga untuk pelengkap usaha kamu. 

Kami juga menyediakan konsultasi serta revisi dan alternative desain. Jadi, kalo kamu bahkan belum kepikiran konsepnya gimana, kita terbuka banget untuk brainstorming. 

Kalo merasa ga puas, customer boleh nda bayar. Karena kepuasan dan kepercayaan customer adalah yang utama. Tapi kalo ga bayar, pastikan desainnya jangan diem-diem dipakai ya.. karena dunia sosial media, segala hal yang ter-blacklist menyebar dengan cepat loh.. 

Kami menyesuaikan format penyimpanan dengan kebutuhan customer. Kalo butuhnya pdf doang atau JPEG doang hayuh, kalo butuh CDRnya juga sok.. Mangga.. 

Mostly, kalau customer dan kita berkoordinasi dengan baik dan lancar, 3 hari kelar. Tapi kadang ada revisi,  atau malah perombakan dadakan jadi bisa seminggu atau lebih. 

The point is, everyone could learn and use design graphic software. However, this isn’t only about it. 

Pastikan email sama sosial media kamu bisa diajak koordinasi untuk review hasil desainnya. Bayar transfer rekening BRI. Mudah toh? Semudah upload instagram. Halah. 

2. Lanjut kita ke Cyania E-Course. Bagi siswa/i di Lampung yang pengen bisa bahasa Inggris tapi malu dikira kebarat-baratan sama temen, kita bisa video call via skype/google hangout/line untuk latihan bercakap-cakap bahasa Inggris. We practice a lot. Jadi, jangan heran kalo materinya berbeda, karena kebutuhan bahasa Inggris satu dan lainnya berbeda. Bisa dari medium, bisa dari basic bahkan dari bikini bottom (hehehe. just kidding) . Kita bisa bahas PR tapi BUKAN ngerjain PR sepenuhnya, karena itu namanya pembodohan. 

Asal punya gadget dan kuota, we can do it. Waktunya 30menit, 3x seminggu. Per orang. Paymentnya via BRI juga..

Jadi, biarin temen-temen kamu kaget, tau-tau kamu udah bisa ngomong bahasa inggris didepan kelas.. Atau bahkan, sama bule! Yeay!! 
3. Translate

Kalau yang ini pada dasarnya kita memahami mahasiswa/i tingkat akhir nih, yang abstrak skripsinya kebanyakan masih abstrak, saking abstraknya kayak lukisan di pameran. Mboh. 

So, kita sediakan juga translate abstrak skripsi dengan biaya yang terjangkau. Tanpa transtool. Jadi kamu bisa sibukin diri ngatur jadwal kompre, revisi redaksional sementara abstrak kamu udah kelar. 
Itu dia sekilas tentang Cyania. Kalau ditanya offline nya dimana, kita bisa meetUp sometimes, tapi pada dasarnya kami di udara. Mboh. Kami dimana-mana, dimana ada koneksi, kalian bisa hubungin kami. 

Kita ad LINE: cyania_bdl untuk fixed order. Dan IG @cyania_bdl untuk gallery kita.

Ayo,  manfaatin gadget kamu, maksimalin kebutuhan kamu. Don’t be a fool, go to…  CYANIA. 


Hari Ibu (Mother’s Day) | The Imperfections

Seandainya semua ibu dapat melahirkan bayinya secara normal.. Akan sangat menyenangkan untuk jadi yang pertama menatap matamu, menimangmu, dan menyusuimu. Tapi tak semua harapan kami berjalan lancar.

Seandainya semua ibu tercipta dengan asi yang berlimpah.. Segala zat yang Allah anugrahkan didalamnya dapat kau serap selama 2 tahun. Tapi beberapa ibu air susunya mengering sebelum waktunya.

Seandainya semua ibu diberikan kesempatan untuk selalu berada disamping bayi dalam masa keemasannya.. Merupakan kebahagiaan ibu saat mengetahui kata pertamamu yang terlontar, atau langkah pertamamu yang sudah begitu solid. Namun tak semuanya ibu yang pertama kali tahu. Perawatmulah yang tahu. Karena sebagian ibu memilih meniti karier, demi masa depan buah hatinya.

Seandainya semua ibu dapat mewujudkan mimpinya. Niscaya kelak anaknya dapat mencontoh. Karena motivasi terbaik ialah tindakan,tak sekadar ucapan. Namun sebagian ibu memilih untuk mengalah pada keadaan. Mendekat pada anaknya meski kebanyakan orang menyayangkannya. “Mengapa mimpimu terkubur demi mengurusi sumur, dapur dan kasur?”

Demi keajaiban 9 bulan,

Sebagian ibu tak memiliki kesempatan seperti lainnya.

Sebagian ibu memiliki pilihan atas jalan hidupnya.

Namun semua ibu memahami konsekuensinya masing-masing.

Jadi,

Berhentilah memandang rendah satu sama lain. 

Normal ataupun sesar,

ASI ataupun formula,

Dirumah ataupun bekerja,

Seorang ibu..

Selalu mengusahakan yang terbaik untuk anaknya.

PS:

Beberapa memang bukan pilihan terbaik. Namun beberapa juga bukan merupakan pilihan.
Salam lincah, emak-emak sedunia!